Banyak yang mengira, berjualan di TikTok Shop harus punya banyak followers. Apalagi bagi mereka yang ingin melakukan live sale. Padahal faktanya, order pertama di TikTok Shop lebih ditentukan oleh strategi, bukan jumlah followers.
Tidak sedikit penjual baru dengan akun nol followers justru berhasil closing lebih cepat dibanding akun besar yang salah strategi. Nah untuk kamu yang baru jualan di TikTok Shop dan mau dapat orderan pertama lebih cepat, berikut cara jualan di TikTok Shop dari 0 followers hingga mendapatkan order pertama.
Kenapa Followers Bukan Faktor Utama di TikTok Shop?
Berbeda dengan Instagram atau marketplace konvensional, algoritma TikTok bekerja berdasarkan watch time, retensi penonton, interaksi (like, save, komentar) dan relevansi konten dengan audiens.
Artinya, akun baru tetap punya peluang masuk FYP selama kontennya menarik dan relevan. Inilah celah besar yang bisa dimanfaatkan oleh seller pemula.
1. Pilih Produk yang Memicu Order Cepat
Kesalahan paling umum penjual baru adalah memilih produk yang terlalu mahal atau butuh edukasi panjang.
Ciri produk yang cocok untuk akun nol followers:
- Harga di bawah Rp100.000.
- Masalahnya jelas dan sering dialami banyak orang.
- Bisa dipahami hanya dalam beberapa detik.
- Bukan produk custom atau made by order.
Contoh kategori produk yang relatif cepat laku adalah alat rumah tangga, aksesoris mobil dan motor, skincare, dan kebutuhan harian. Produk yang tepat akan mempersingkat perjalanan dari “ditonton” menjadi “dibeli”.
2. Gunakan Format Video yang Ramah Algoritma
Video adalah senjata utama di TikTok Shop. Untuk akun baru, format lebih penting daripada estetika.
Struktur video yang direkomendasikan:
- Detik 1–3 (Hook): langsung ke masalah.
Contoh: “Banyak orang nggak sadar ini bikin rumah cepat berantakan…”. - Detik 4–10 (Masalah): tampilkan kondisi nyata.
- Detik 11–18 (Solusi): produk dipakai secara real.
- Detik 19–25 (CTA halus): arahkan ke link produk.
Kamu tidak wajib tampil di depan kamera. Video tangan, close-up produk, atau POV sudah sangat cukup selama visualnya jelas.
3. Konsistensi Upload di Awal Akun
TikTok menyukai akun yang aktif sejak awal. Kamu bisa membuat target untuk memposting, misalnya 2-3 video per hari. Atau kamu bisa konsisten selama 5-7 hari pertama. Kemudian lihat, gaya video apa yang mendapat views besar.
Waktu upload yang relatif aman:
- Siang: 11.00–13.00
- Malam: 18.30–21.00
Jangan hapus video yang sepi views. Banyak video justru “meledak” setelah beberapa hari.
4. Aktifkan Program Affiliate
Salah satu jalan tercepat mendapatkan order pertama adalah membiarkan creator lain menjualkan produkmu. Dengan mengaktifkan program affiliate:
- Creator bisa mempromosikan produkmu.
- Kamu hanya membayar komisi jika terjadi penjualan.
- Followers bukan lagi masalah.
Disarankan untuk penjual baru bisa set komisi 15-25%. Kemudian gunakan foto produk yang jelas dan buat judul produk yang mudah dipahami.
Tidak jarang order pertama justru datang dari affiliate, bukan dari akun seller sendiri lho! Tak ada salahnya ajak creator untuk bergabung. Namun ingat, kamu perlu modal untuk ini ya.
Baca Juga:
- Pertama Kali Live TikTok? Ini Persiapan Penting Agar Lancar dan Tidak Canggung
- 8 Fitur TikTok Shop Terbaru Untuk Dongkrak Penjualan
- Cara Beli Coin di TikTok untuk Kasih Gift Kreator Favoritmu!
5. Bangun Trust dengan Konten Sederhana
Setelah beberapa video produk, tambahkan konten yang membangun kepercayaan, misalnya proses packing pesanan penggunaan produk, review yang jujur dan jawaban singkatnya pertanyaan umum.
Kepercayaan dan harga terjangkau sering kali sudah cukup untuk mendorong pembelian pertama.
6. Gunakan Trigger Psikologis yang Etis
Trigger psikologis bisa meningkatkan konversi jika digunakan dengan benar. Kamu bisa memberikan informasi terkai stok terbatas, harga promo hari ini, produk best seller di minggu ini, atau barang ini sering habis.
Kamu bisa olah kata-katanya agar lebih menarik pembeli. Tapi pastikan tetap jujur agar reputasi toko tidak rusak sejak awal.
7. Saat Order Pertama Masuk, Lanjutkan Polanya
Order pertama adalah sinyal penting bagi algoritma. Setelah itu kamu bisa ikuti langkah di bawah ini:
- Buat video lanjutan dengan format serupa.
- Upload konten “terima kasih order pertama”.
- Fokuskan konten pada produk yang sama dulu.
Momentum ini sering menjadi titik awal akun berkembang lebih cepat.
Jadi kesimpulannya, berjualan di TikTok Shop tidak harus menunggu punya banyak followers. Dengan pemilihan produk yang tepat, format video yang efektif, konsistensi upload dan pemanfaatan affiliate. Akun dengan 0 followers tetap punya peluang besar mendapatkan order pertama.
Kuncinya adalah eksekusi cepat dan konsisten, bukan menunggu akun “ramai” dulu.
Baca: Tren Konten Drama China Viral, Strategi Baru Video Marketing
Kurang lengkap rasanya, bisnis online tanpa adanya jasa pengiriman. Dengan pengiriman yang aman, cepat, dan profesional, kamu tidak perlu takut lagi pembeli kecewa soal jasa kirimnya. Selain itu, cara kirim paket dengan Lion Parcel pun mudah nih. Kamu bisa antar paketnya keagen Lion Parcel terdekat atau pesan layanan pick up di apikasi biar lebih praktis.
Layanan Lion Parcel pun mendukung sistem COD ongkir (bayar di tempat), jadi jangkauan konsumenmu akan lebih luas. Karena itulah, setelah pertanyaan berapa minimal follower untuk live TikTok terjawab, segera terapkan semua tips di artikel ini. Setelah itu, jadikan Lion Parcel sebagai partner jasa ekspedisi andalanmu!
Karena itu, Lion Parcel menawarkan sejumlah solusi unggulan bagi seller seperti: