Strategi Rekrutmen UMKM Paling Efektif

Strategi Rekrutmen UMKM Paling Efektif

Penulis
Danish Syahputra
Tanggal publish
4 Februari 2026

Sebagai bagian penggerak roda perekonomian Indonesia, UMKM harus didukung dengan strategi rekrutmen yang efektif.

 

Meski masih berstatus sebagai bisnis mikro, kecil, dan menengah, namun rekrutmen ini harus jadi bagian yang diutamakan oleh UMKM.

 

Hal ini dikarenakan melalui rekrutmen ini UMKM bisa mendapatkan talenta terbaik yang dapat mendukung kemajuan UMKM.

 

Dari para talenta terbaik ini, UMKM bisa terus maju dan memberikan terbaik yang mereka bisa.

 

Lalu apa saja strategi rekrutmen UMKM yang paling efektif ini dan bagaimana tantangan UMKM dalam rekrutmen karyawan?

 

Untuk penjelasan lengkapnya Anda dapat menyimaknya di bawah ini:

Tantangan Utama dalam Rekrutmen UMKM

Ketika membahas mengenai UMKM, maka yang terlintas adalah bisnis dengan skala mikro, kecil, dan menengah. Di sini banyak pelaku UMKM yang masih belum mengutamakan proses rekrutmen.

 

Ini terjadi sebenarnya bukan karena mereka menganggap proses rekrutmen ini tidak penting namun karena sebagai UMKM ada tantangan yang harus dihadapi pada proses rekrutmen.

 

Berikut 4 tantangan yang harus dihadapi UMKM dalam proses rekrutmen karyawan:

1. Keterbatasan Anggaran Gaji

Tantangan yang pertama adalah berkaitan dengan keterbatasan anggaran gaji. Ini membuat UMKM kesulitan untuk memberikan tawaran gaji kepada karyawan.

 

Ini termasuk memberikan tunjangan yang kompetitif kepada karyawan. Keterbatasan ini membuat proses rekrutmen UMKM memiliki tantangan tersendiri yang berbeda dengan bisnis dengan skala besar.

2. Rendahnya Employer Branding

UMKM juga memiliki kendala dalam hal employer branding di mana mereka belum memiliki employer yang branding. Terlebih baik UMKM yang baru berdiri.

 

Sedangkan dalam proses rekrutmen, employer branding jadi bagian penting yang menjadi pertimbangan kandidat memilih suatu pekerjaan. Tanpa employer branding yang baik, kandidat kurang tertarik untuk melamar pekerjaan.

3. SDM yang Masih Minim

SDM yang dimiliki oleh UMKM juga masih minim, khususnya dalam hal proses rekrutmen. UMKM masih memiliki keterbatasan karyawan di mana biasanya satu orang bisa bertanggung jawab untuk berbagai tugas dan jobdesk.

 

Ini membuat UMKM tidak bisa memaksimalkan proses rekrutmen karyawan di mana proses rekrutmen menjadi kurang efisien.

4. Proses Rekrutmen Informal

Proses rekrutmen yang ada pada UMKM juga masih informal di mana biasanya hanya disebarkan dari satu orang ke orang lain. Tentunya cara ini membuat proses rekrutmen UMKM menjadi kurang efektif.

 

Terlebih jika UMKM ingin mendapatkan kandidat dengan kemampuan profesional, proses rekrutmen informal kurang cocok untuk dilakukan.

Langkah-Langkah Rekrutmen untuk UMKM

Setelah memahami apa saja tantangan rekrutmen UMKM, lalu apa saja langkah-langkah rekrutmen yang perlu dilakukan oleh UMKM?

 

Langkah-langkah ini merupakan dukungan agar rekrutmen UMKM dapat berjalan secara efektif dan efisien.

 

Berikut 7 langkah-langkah penting yang dapat dilakukan UMKM untuk melaksanakan rekrutmen karyawan:

  1. Identifikasi kebutuhan perusahaan
  2. Siapkan deskripsi pekerjaan
  3. Siapkan rencana rekrutmen
  4. Cari kandidat berkualitas
  5. Tentukan daftar kandidat di posisi paling atas
  6. Lakukan screening kandidat dan wawancara secara langsung
  7. Tawarkan pekerjaan dan lakukan onboarding bagi karyawan varu

Apa Saja Strategi Rekrutmen bagi UMKM?

Untuk mendukung UMKM dapat melakukan rekrutmen secara efektif, berikut 10 strategi yang dapat dilakukan oleh UMKM:

1. Lakukan Survei Gaji

Strategi rekrutmen yang pertama adalah dengan melakukan survei gaji karyawan. Ini merupakan bentuk transparansi pada saat proses rekrutmen.

 

Dengan melakukan survei gaji ini, dapat membantu untuk mengetahui apakah anggaran sudah cukup untuk merekrut karyawan ataupun belum.

2. Pahami Hak dan Kompensasi Karyawan

Kedua adalah dengan memahami hak dan kompensasi yang berhak diperoleh oleh karyawan. Ini khususnya bagi UMKM yang merekrut karyawan full time.

 

Ini karena ketika perusahaan mempekerjakan karyawan secara full time hak dan kompensasi yang dimiliki lebih kompleks jika dibandingkan dengan karyawan full time ataupun freelance.

 

3. Gunakan Jaringan Personal

Untuk mendukung rekrutmen, UMKM juga dapat menggunakan jaringan personal untuk merekrut karyawan. Ini dapat berupa teman, keluarga, ataupun kenalan untuk mendapatkan calon tenaga kerja.

 

Dari jaringan personal ini dapat menjadi sumber informasi yang berkaitan dengan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan dari UMKM.

4. Manfaatkan Media Sosial

Selain melalui jaringan personal, rekrutmen juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sosial. Anda dapat mengunggah info lowongan kerja dan kebutuhan tenaga kerja di media sosial.

 

Ada berbagai jenis media sosial yang bisa digunakan, mulai dari Facebook, Instagram, hingga LinkedIn. Dengan cara ini, UMKM dapat menjangkau lebih banyak orang untuk bergabung sebagai karyawan di perusahaan.

 

Anda bisa menginfokan lowongan kerja ini dan memberikan kontak agar calon kandidat pelamar kerja dapat mengirimkan berkas lamaran kerja, seperti cover letter hingga CV.

5. Buat Program Magang

Anda juga bisa membuat program magang yang dikhususkan untuk lulusan sekolah atau mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman kerja. Dari program magang ini, UMKM dapat mencari tenaga kerja dengan kemampuan dan kualitas yang selaras dengan kebutuhan dari UMKM.

6. Siapkan Proses Interview

Strategi berikutnya adalah dengan menyiapkan proses interview bagi kandidat. Tahapan interview ini jadi bagian penting karena menjadi proses komunikasi dua arah antara rekruter dan kandidat.

 

Ini dilakukan untuk memastikan kelayakan dari calon kandidat melalui pemberian pertanyaan berkaitan dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki kandidat.

 

Jadi pastikan Anda mempersiapkan tahapan interview ini dengan baik dan berikan pemahaman terkait pentingnya kontribusi para kandidat untuk posisi yang dibutuhkan. Ini termasuk dengan mempromosikan visi dan misi perusahaan, budaya kerja, hingga benefit yang bisa didapatkan karyawan.

7. Siapkan Onboarding Karyawan

Ketujuh, siapkan onboarding karyawan. Ini dilakukan untuk mendukung transisi dan adaptasi dengan baik.

 

Ini dapat membantu agar proses rekrutmen lebih efektif, mengingat proses rekrutmen karyawan dapat menghabiskan biaya dan waktu yang panjang. Dengan adanya onboarding, UMKM dapat membuat berbagai kegiatan interaktif untuk meningkatkan partisipasi dari karyawan baru.

 

Ini juga untuk memastikan karyawan dapat merasa nyaman dan membantu memastikan potensi yang dimiliki karyawan baru yang dapat berkontribusi bagi perkembangan bisnis.

8. Simpan Daftar Kandidat yang Tidak Lolos Seleksi

Terakhir adalah dengan menyimpan daftar kandidat yang tidak lolos. Meski mereka tidak lolos, data ini dapat digunakan di masa depan ketika Anda membutuhkan karyawan baru.

 

Melalui cara ini Anda lebih mudah merekrut karyawan yakni dengan langsung menghubungi nomor kontak kandidat.

Permudah Rekrutmen UMKM dengan GajiHub

Untuk mendukung kemudahan rekrutmen karyawan di UMKM, Anda bisa menggunakan software payroll dari GajiHub. GajiHub merupakan software payroll dan aplikasi HRIS yang dilengkapi berbagai fitur untuk mendukung kemudahan pengelolaan karyawan, termasuk untuk merekrut karyawan baru.

 

Melalui GajiHub, UMKM lebih mudah untuk mengelola operasional HR, mulai dari memasang lowongan kerja, rekrutmen, dan mengelola data karyawan. Dengan cara ini, rekrutmen lebih efektif dan UMKM bisa maju dengan karyawan berkualitas.

 



*Artikel ini hasil kerja sama antara Lion Parcel dan GajiHub

#tipsbisnis
Mau kirim paket tapi males keluar rumah?
Cobain Pick-up sekarang!
logo-btn.png
Kirim sekarang

Lihat promo spesial!

logo-btn.png
Semua promo