Menjelang bulan Ramadan, puasa kapan dimulai dan puasa tanggal berapa menjadi pertanyaan yang paling sering muncul. Hal ini wajar karena awal puasa dalam Islam ditentukan berdasarkan metode khusus.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang jadwal puasa Ramadan, bagaimana cara penentuannya, serta perbedaan metode yang sering membuat tanggal awal puasa bisa berbeda.
Puasa Kapan Dimulai?
Puasa Ramadan dimulai pada 1 Ramadan dalam kalender Hijriah, nah pada kalender Hijriah sendiri menggunakan peredaran bulan jadi jika dikonversikan ke kalender Masehi akan mengalami perubahan tanggal di setiap tahunnya.
Biasanya, Ramadan jatuh sekitar 10–11 hari lebih awal setiap tahunnya dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk mengetahui puasa tanggal berapa secara pasti, umat Islam perlu menunggu pengumuman resmi dari pemerintah atau otoritas keagamaan yang berwenang. Di Indonesia, penetapan awal Ramadan biasanya diumumkan melalui sidang isbat oleh Kementerian Agama.
Baca juga: 6 Tips Kirim Barang saat Ramadan biar Paket Aman dan Lancar
Mengapa Tanggal Puasa Bisa Berbeda?
Salah satu alasan utama perbedaan awal puasa adalah metode penentuan awal bulan Hijriah. Ada dua metode utama yang digunakan:
1. Metode Rukyat (Melihat Hilal)
Metode rukyat dilakukan dengan cara mengamati hilal (bulan sabit pertama) setelah matahari terbenam pada tanggal 29 bulan Sya’ban. Jika hilal terlihat, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai 1 Ramadan.
Jika hilal tidak terlihat, maka bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari.
2. Metode Hisab (Perhitungan Astronomi)
Metode hisab menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan. Jika secara perhitungan hilal sudah memenuhi kriteria tertentu, maka awal Ramadan bisa langsung ditetapkan tanpa menunggu pengamatan visual.
Perbedaan penggunaan metode ini terkadang menyebabkan perbedaan tanggal awal puasa di beberapa negara atau organisasi keagamaan.
Baca juga: Perbedaan Bisnis Franchise dan Jadi Mitra Lion Parcel: Mana yang Lebih Menguntungkan?
Puasa Tanggal Berapa Tahun Ini?
Untuk mengetahui puasa tanggal berapa tahun ini secara akurat, umat Islam disarankan:
- Memantau pengumuman resmi dari Kementerian Agama
- Mengikuti keputusan organisasi keagamaan masing-masing
- Melihat hasil sidang isbat yang biasanya dilakukan menjelang akhir bulan Sya’ban
Biasanya pengumuman dilakukan 1–2 hari sebelum perkiraan awal Ramadan.
Karena itu, meskipun kalender sudah memprediksi tanggal tertentu, keputusan final tetap menunggu hasil rukyat dan sidang isbat.
Berapa Lama Puasa Ramadan?
Puasa Ramadan berlangsung selama 29 atau 30 hari, tergantung pada hasil pengamatan hilal di akhir bulan Ramadan.
Setelah itu, umat Islam merayakan Hari Raya Idul Fitri pada 1 Syawal.
Sama seperti awal Ramadan, penentuan 1 Syawal juga menggunakan metode rukyat atau hisab sehingga tanggal Lebaran pun bisa berbeda di beberapa wilayah.
Baca juga: Jadi Agen Lion Parcel, Syaratnya Gampang & Isi Formulirnya Cuma 5 Menit!
Mengapa Penting Mengetahui Jadwal Puasa Lebih Awal?
Mengetahui jadwal puasa sejak dini membantu dalam berbagai persiapan, seperti:
- Mempersiapkan kondisi fisik dan kesehatan
- Mengatur jadwal kerja dan aktivitas
- Menyusun rencana ibadah selama Ramadan
- Merencanakan kebutuhan konsumsi dan belanja
Bagi pelaku usaha, mengetahui puasa kapan dimulai juga penting untuk menyesuaikan strategi bisnis. Ramadan sering kali menjadi momen peningkatan konsumsi di berbagai sektor seperti makanan, fashion, hingga kebutuhan rumah tangga.
Baca juga: 6 Keuntungan jadi Agen Lion Parcel, Modal Terjangkau Peluang Menjanjikan!
Tips Persiapan Menjelang Puasa
Agar ibadah berjalan lancar, berikut beberapa persiapan yang bisa dilakukan sebelum puasa dimulai:
1. Latihan Puasa Sunnah
Melatih tubuh dengan puasa sunnah di bulan Sya’ban bisa membantu adaptasi fisik sebelum Ramadan.
2. Mengatur Pola Tidur
Menyesuaikan jam tidur lebih awal akan memudahkan bangun sahur.
3. Mengurangi Konsumsi Kafein
Mengurangi kafein secara bertahap membantu mencegah sakit kepala saat awal puasa.
4. Membuat Target Ibadah
Menentukan target seperti khatam Al-Qur’an, sedekah rutin, atau memperbanyak shalat sunnah bisa membuat Ramadan lebih bermakna.