Kamu pasti sudah tahu bahwa fitur TikTok live dimatikan sementara di Indonesia beberapa waktu lalu. Padahal, banyak seller yang mengandalkan fitur ini sebagai senjata utama untuk menjual produk secara real-time. Tidak heran jika kondisi ini membuat sebagian seller online merasa bingung harus pindah ke mana.
Tapi tenang dulu, meskipun fitur live TikTok dinonaktifkan, bukan berarti jualan atau siaranmu ikut berhenti. Sebab, masih banyak platform lain yang bisa kamu manfaatkan untuk tetap berinteraksi dengan pembeli.
Beberapa platform bahkan menawarkan fitur lebih lengkap, integrasi langsung ke toko online, sampai promo eksklusif untuk mendorong penjualan. Yuk, simak rekomendasi dan tips agar jualan live kamu makin ramai!
Rekomendasi Platform Lain untuk Live Jualan
Saat ini setidaknya ada sebelas platform alternatif untuk jualan yang bisa kamu andalkan jika di masa mendatang live TikTok kembali mati, yaitu:
1. Shopee Live
Shopee Live jadi salah satu alternatif paling populer saat fitur live TikTok hilang, lho. Alasannya pun simpel, karena penonton bisa langsung checkout tanpa perlu pindah aplikasi. Interaksi real-time dengan calon pembeli juga terasa lebih intens.
Seller bisa menampilkan produk, memberikan diskon khusus, hingga mengaktifkan fitur flash sale selama siaran berlangsung.
Jangkauannya pun cukup luas karena Shopee sendiri merupakan marketplace dengan pengguna terbanyak di Indonesia. Jadi, peluang closing penjualan lewat Shopee Live masih bisa tinggi, nih.
2. Tokopedia Play
Jika kamu juga biasa berjualan di Tokopedia, fitur Tokopedia Play wajib dicoba. Sama seperti Shopee, fitur live streaming di sini juga sudah langsung terintegrasi dengan produk di toko kamu. Penonton pun tinggal klik produk dan checkout tanpa ribet.
Buat seller, fitur ini otomatis membantu meningkatkan konversi karena audiens bisa langsung transaksi begitu tertarik dengan penawaran. Apalagi Tokopedia sering mengadakan campaign yang melibatkan live seller, sehingga peluang exposure produk akan semakin besar.
3. Lazada Live (LazLive)
Alternatif lain ketika TikTok live off adalah Lazada Live atau LazLive. Di sini kamu bisa memanfaatkan fitur voucher Flash yang biasanya jadi magnet pembeli.
Selain itu, LazLive juga memungkinkan interaksi real-time melalui komentar, tanya jawab, hingga challenge. Nah, kombinasi diskon, voucher, dan interaksi aktif ini akan membuat pengalaman belanja audiens semakin menyenangkan.
4. Instagram Live
Meski bukan marketplace langsung, layanan Instagram ini bisa jadi alternatif sementara fitur TikTok live yang mati. Apalagi, platform ini sangat bagus untuk membangun branding sekaligus menjalin interaksi personal dengan followers.
Kamu juga bisa memamerkan produk secara visual, membagikan cerita di balik brand, atau melakukan sesi tanya jawab. Nanti, kamu tinggal mengarahkan penonton untuk checkout melalui berbagai opsi yang kamu sediakan, entah itu ke marketplace, website, atau WhatsApp.
View this post on Instagram
5. Facebook Live
Entah kamu sadari atau tidak, Facebook ternyata masih punya basis komunitas yang besar di Indonesia. Dengan Facebook Live yang disediakannya, kamu bisa lho memasarkan produk sambil menjangkau audiens dari grup maupun fanspage.
Fitur komentar dan reaksi memungkinkan kamu mengetahui respon penonton secara langsung.
6. YouTube Live
YouTube Live punya audiens global yang sangat luas. Platform ini tidak hanya cocok untuk sekadar promosi, tapi juga edukasi produk. Kamu bisa membuat sesi demo penggunaan produk, ulasan mendalam, sampai Q&A interaktif.
Live chat di YouTube juga membantu meningkatkan interaksi dengan audiens. Jadi, walaupun formatnya lebih panjang, YouTube Live cocok buat seller yang ingin membangun trust jangka panjang dengan pembeli.
7. Snack Video Live
Buat kamu yang terbiasa dengan format video pendek atau live vertikal seperti TikTok, Snack Video Live bisa jadi opsi menarik. Tampilan dan gaya kontennya mirip, jadi adaptasi tidak akan terlalu sulit.
Walau audiensnya belum sebesar TikTok, Snack Video terus berkembang dan punya basis pengguna setia. Karena sama-sama interaktif, kamu bisa mengenalkan produk dengan lebih fun!
8. Twitch
Biasanya Twitch identik dengan gaming. Tapi ketika live TikTok diblokir, platform ini bisa diakali untuk jualan di niche tertentu lho, misalnya produk gaming, tech, atau hobi spesifik.
Seller nanti bisa memanfaatkan interaksi real-time dan donasi audiens untuk menciptakan engagement yang lebih tinggi. Walaupun pasarnya lebih segmented, hasilnya bisa cukup menjanjikan jika tepat sasaran.
9. IDN App
IDN App semakin populer di kalangan Gen Z. Fitur live interaktifnya bisa kamu pakai untuk memperkenalkan produk yang relate dengan gaya hidup anak muda.
Seller juga bisa mengemas konten dengan lebih kreatif, misalnya lewat storytelling atau challenge. Karena audiensnya mayoritas digital native, kamu tidak akan terlalu kesulitan mengedukasi mereka.
10. Discord Go Live
Beda dengan platform besar lain, Discord Go Live cocok buat kamu yang punya fanbase atau pelanggan dalam skala kecil, tapi loyal. Kapasitas penontonnya memang terbatas, tapi keunggulannya ada pada kedekatan interaksi, nih.
Kamu bisa langsung diskusi dengan audiens, menjawab pertanyaan satu per satu, bahkan membangun komunitas eksklusif. Buat niche market,
10. Amazon Stream Shop
Jika target pasarmu lebih global, Amazon Stream Shop bisa dipertimbangkan. Konsepnya mirip live shopping di China dan Indonesia, di mana seller bisa memamerkan produk, berinteraksi, sekaligus memberi promo real-time.
Platform ini memang lebih relevan untuk seller internasional, tapi bagi kamu yang ingin memperluas pasar, Amazon Stream Shop justru bisa membuka peluang besar baru.
Tips Jualan Live Agar Laris
Berpindah ke platform baru setelah TikTok live off bukan berarti langsung bisa sukses begitu saja. Kamu tetap butuh strategi agar live jualan benar-benar menghasilkan. Nah, buat kamu yang mau bermigrasi atau baru mau mencoba jualan live, coba ikuti tips ini:
- Promosikan jadwal live: Jangan lupa umumkan jadwal live melalui feed, story, atau broadcast. Tujuannya supaya calon pembeli tahu kapan siaran berlangsung dan bisa menyempatkan waktu untuk menonton. Karena berpindah platform, mereka juga bisa siap-siap untuk unduh atau membuat akun baru.
- Gunakan host yang karismatik dan interaktif: Host yang energik dan komunikatif bisa meningkatkan engagement. Setidaknya, host harus mau membaca beberapa nama penonton yang masuk, jawab komentar, dan ajak ngobrol agar audiens merasa dihargai.
- Tampilkan produk dengan jelas: Pastikan pencahayaan cukup terang, kamera stabil, dan produk terlihat detailnya. Jelaskanlah ukuran, bahan, harga, hingga manfaat produk agar pembeli semakin yakin.
- Berikan promo dan diskon eksklusif: Flash sale, voucher terbatas, atau bonus ongkir khusus penonton live bisa mendorong audiens segera checkout di platform baru.
- Ajak audiens berinteraksi: Tambahkan challenge, game sederhana, atau giveaway selama sesi live., sehingga membuat audiens lebih aktif berpartisipasi.
Selain tips-tips di atas, pastikan kamu juga mempercayakan kirim paket dengan jasa ekspedisi profesional, seperti Lion Parcel, ya. Dengan begitu, meskipun berpindah platform live, pembelimu tetap dapatkan layanan yang maksimal.
Jasa ekspedisi Lion Parcel punya banyak layanan pengiriman yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu. Layanan pickup juga memudahkan seller karena kurir akan datang langsung menjemput barang. Jadi, kamu tidak perlu repot lagi mengantar ke Lion Parcel terdekat.
Jadi, andaikan fitur TikTok live dimatikan lagi di masa mendatang, kamu tidak akan kebingungan lagi karena sudah ada alternatifnya, nih. Jangan lupa, ikuti tips di atas dan jadikan Lion Parcel sebagai partner jasa ekspedisi kamu.
Yuk, kirim paket sekarang di Lion Parcel.
Untuk penjemputan atau pick up paket kamu bisa klik di sini.
Untuk drop off paket ke agen terdekat bisa klik di sini.