Kamu pernah belanja online pakai metode cash on delivery dan tiba-tiba berubah pikiran saat paketnya datang? Atau mungkin bingung, apakah sebenarnya pembeli boleh membatalkan pesanan COD di tempat?
Nah, jawabannya singkatnya: bisa. Tapi, jangan senang dulu! Meskipun secara teknis memungkinkan, ada beberapa konsekuensi yang perlu kamu ketahui sebelum memutuskan untuk menolak paket saat kurir datang. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Apakah Pembeli Boleh Membatalkan COD di Tempat?
Kebanyakan orang mengira metode pembayaran cash on delivery membuat mereka bebas membatalkan pesanan kapan pun. Tapi, apakah benar semudah itu?
Coba cek beberapa poin penting ini dulu:
1. Secara Teknis Bisa tapi Tidak Disarankan
Kamu memang bisa menolak paket saat pengiriman bayar di tempat dilakukan. Tapi, hal ini sering kali berdampak negatif bagi penjual maupun kurir yang mengantar paketmu. Walaupun sah saja untuk membatalkannya, langkah ini sebaiknya kamu hindari kecuali dalam kondisi yang benar-benar mendesak.
Tak kenal maka tak sayang, jika kamu penasaran dengan jenis-jenis kurir, kamu bisa baca selengkapnya di sini.
2. Konsekuensi jika Membatalkan COD
Saat kamu membatalkan COD, barang akan dikembalikan ke penjual. Tapi biaya pengiriman tetap jalan. Artinya, penjual harus menanggung ongkos kirim paketmu dan bisa mengalami kerugian.
Kurir pun turut merugi, apalagi jika mereka membawa paket berat atau bernilai tinggi. Selain mengganggu alur kerja mereka, kurir bisa mendapat teguran dari pihak jasa pengiriman karena tingkat pengembalian paket yang tinggi.
Baca juga: Apakah Kurir Libur di Hari Minggu? Ini Fakta dan Tips Cepat Kirim Paket
3. Tidak Ada Sanksi Hukum tapi Bisa Masuk Daftar Hitam Seller
Meskipun tidak ada sanksi hukum jika kamu menolak bayar COD, bukan berarti bebas konsekuensi, ya.
Sebab, beberapa seller atau platform akan mencatat dan bahkan mem-blacklist akun pembeli yang sering membatalkan pesanan. Ini artinya, kamu bisa kehilangan akses untuk berbelanja menggunakan metode COD di masa mendatang.
Tidak hanya itu, beberapa marketplace bahkan memiliki sistem otomatis yang akan membatasi atau memblokir fitur bayar di tempat jika riwayat pembatalanmu terlalu banyak.
Jika sudah begini, kamu juga akan merugi, apalagi saat produknya hanya ada di toko yang sudah memasukkanmu ke daftar hitam.
Baca juga: Berapa Lama Kurir Lion Parcel Antar Barang? Ini Jenis Layanan & Durasinya
Kapan COD Boleh Dibatalkan?
Untuk pembeli, tentu ada beberapa kondisi tertentu yang membuat kamu boleh membatalkan pesanan bayar COD dan tidak perlu menghadapi konsekuensi, yaitu:
1. Barang Tidak Sesuai Pesanan
Misalnya, produk yang datang berbeda dengan deskripsi, ukuran atau warna yang toko janjikan. Nah, hal ini wajar jadi alasan pembatalan kamu, kok. Jadi, kamu bisa membandingkan barang dengan keterangan yang tertulis saat membeli.
Jika perbedaannya mencolok dan tidak bisa kamu terima, maka boleh saja untuk menolak menerima barang tersebut. Namun, pastikan kamu memiliki dokumentasi, seperti foto dan video sebagai bukti sebelum mengajukan pengembalian. Pastikan juga untuk unboxing paket saat kurir masih ada ya.
Baca juga: Sudah Belanja? Ini Cara Cek Resi Pengiriman dari Marketplace Populer
2. Kesalahan Alamat atau Data
Jika paket datang ke alamat yang salah atau bukan atas nama kamu, maka sah saja jika kamu menolak untuk menerimanya. Toh, bukan kamu yang pesan, kan?
Sebab, kesalahan input data pengiriman bisa terjadi, baik dari pihak pembeli maupun seller. Dalam situasi ini, kamu sebaiknya menolak paket tersebut agar bisa kembali dan diproses ulang dengan data yang benar, sehingga tidak ada pihak yang merugi.
Baca juga: 3 Tips Terhindar dari Pengiriman Telat Akibat Salah Isi Alamat
3. Kurir Datang di Luar Kesepakatan Waktu
Jika kamu dan penjual sudah janjian jam pengiriman, lalu kurir datang di luar waktu tersebut, apalagi tengah malam, kamu berhak untuk menolak. Terlebih jika waktu pengantaran sangat mengganggu aktivitas kamu, atau justru kamu sedang tidak ada di tempat karena sudah mengatur waktu sesuai janji awal.
Tapi sebaiknya tetap komunikasikan baik-baik kepada kurir agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
4. Penjual Lambat dalam Menangani Pesanan
Penjual yang tidak responsif, tidak memberikan info pengiriman, atau terlalu lama memproses pesanan bisa jadi alasan logis untuk kamu membatalkan COD.
Apalagi jika pesanan terlambat dikirim jauh melebihi estimasi tanpa alasan jelas. Ketika pembeli merasa tidak dilayani dengan baik, wajar dong jika kepercayaan menurun dan ingin membatalkan transaksi saat barang datang.
5. Barang yang Diterima Rusak
Jika kemasan terbuka, rusak, atau isi paket cacat saat diterima, kamu bisa membatalkannya, asalkan dokumentasi yang jelas. Ambil foto atau video saat menerima paket, saat kurir masih ada untuk membuktikan kerusakan tersebut.
Lalu, segera laporkan ke penjual atau platform tempat kamu bertransaksi. Biasanya, pihak ekspedisi atau seller akan membantu proses retur jika memang kerusakan terjadi saat pengiriman.
Baca juga: Jangan Asal Kirim! Kenali Void Fill dan Lindungi Paket dari Kerusakan
6. Penjual Terindikasi Melakukan Penipuan
Jika kamu menemukan bukti atau ciri-ciri penipuan dari penjual, seperti testimoni palsu atau penjual yang tidak bisa dihubungi, kamu berhak menolak paketnya, sehingga risiko terkenal masalah bisa dikurangi.
Tanda-tanda penipuan lainnya bisa berupa harga yang terlalu murah, akun baru tanpa ulasan, atau foto produk hasil comot dari internet. Dalam kondisi ini, jangan ragu untuk menolak barang agar tidak dirugikan lebih lanjut.
Baca juga: Penipuan Paket Luar Negeri Makin Marak: Begini Cara Mengenalinya
Tips untuk Pembeli agar COD Aman dan Tidak Perlu Dibatalkan
Biar COD tetap lancar dan nyaman, ada baiknya kamu terapkan beberapa tips ini:
- Cek deskripsi produk dengan teliti. Pastikan deskripsi dan kebutuhan akan produk yang kamu pesan sesuai.
- Belanja di toko tepercaya dengan memilih seller yang punya ulasan positif dan reputasi baik.
- Selalu pastikan pesanan sesuai (variasi, jumlah, ukuran, dan detail lainnya) sebelum kamu checkout:
- Pilih jasa ekspedisi yang menyediakan layanan COD profesional, sehingga paket COD ditangani dengan baik.
- Catat atau screenshot bukti pemesanan, sehingga bisa jadi bukti jika terjadi miskomunikasi.
- Konfirmasi alamat dan nomor kontak aktif agar kurir mudah menghubungi kamu.
- Pastikan kamu perwakilan penerima ada di lokasi saat estimasi pengantaran.
- Siapkan uang tunai sesuai tagihan, sehingga tidak repot saat kurir datang.
- Rekam proses unboxing sebagai bukti jika barang rusak atau tidak sesuai.
- Tanyakan estimasi pengiriman ke penjual, sehingga kamu bisa bersiap di rumah untuk menerima paket.
Gunakan Layanan Pengiriman COD Ongkir dari Lion Parcel
View this post on Instagram
Jika kamu ingin transaksi COD yang aman dan tepercaya, maka pakai saja Cash on Delivery Lion Parcel. Layanan ini mendukung sistem pembayaran saat barang diterima, cocok untuk kamu yang belum terbiasa transfer online.
Saat ini ada dua jenis layanan COD Lion Parcel yang bisa kamu pilih, yaitu:
- COD Ongkir: Penerima paket hanya perlu bayar ongkos kirimnya saja.
- COD Ongkir + Barang: Penerima paket bisa langsung bayar harga barang dan ongkir ke kurir.
COD Ongkir berlaku untuk jenis pengiriman BOSSPACK, REGPACK, JAGOPACK, dan BIGPACK. Kamu bisa mengirim barang dengan COD ongkir melalui aplikasi/Agen Lion Parcel.
Selain itu, kamu juga akan mendapatkan fitur tambahan setelah menggunakan layanan COD yang disediakan Lion Parcel terdekat, yaitu:
- Sistem pelacakan real-time via aplikasi dan web.
- Layanan pick up langsung ke rumah atau kantor.
- CS responsif jika ada masalah.
- Pembayaran bisa pakai tunai atau QRIS.
- Retur murah, hanya 50% dari ongkir.
- Gratis asuransi untuk pengiriman tertentu.
Jadi, walaupun cash on delivery bisa dibatalkan oleh pembeli, pastikan kamu paham situasi dan risikonya. Pilih seller tepercaya dan gunakan layanan COD Lion Parcel untuk pengalaman belanja yang seru dan aman!