Mengecek HS Code adalah salah satu langkah penting yang kerap diabaikan ketika mengirim barang ke luar negeri. Padahal, dampaknya sangat besar dalam kelancaran pengiriman.
Sebab, HS Code atau Harmonized System Code merupakan kode internasional yang berfungsi sebagai identitas barang dalam perdagangan lintas negara. Kode ini menentukan tarif bea masuk dan aturan pengiriman, sehingga kesalahan klasifikasi bisa menyebabkan pengiriman tertunda dan biaya jadi lebih besar.
Jika Anda masih awam soal kode ini dan cara mengeceknya, pastikan simak artikel ini sampai habis. Semua akan kita bahas tuntas!
HS Code itu Apa Ya?
HS Code adalah sistem kode internasional berbasis angka yang berguna untuk mengelompokkan barang.
Biasanya struktur kodenya terdiri dari 6 digit standar internasional, ditambah 2 digit tambahan untuk klasifikasi lebih detail di negara tertentu. Indonesia punya dua digit tambahan, sehingga totalnya jadi 8 digit. Untuk
6 digit pertama bersifat global, sedangkan digit tambahan bisa berbeda sesuai kebutuhan pajak dan regulasi nasional. Jadi, HS Code di Indonesia mungkin berbeda dengan negara tujuan, khususnya digit ke-7 dan ke-8.
Misalnya, HS Code untuk laptop adalah 8471.30.00. Nah, arti semua digit tersebut adalah:
- 84 = Bab mesin, peralatan mekanik, dan elektronik
- 8471 = Mesin pemroses data otomatis
- 8471.30 = Laptop portable
- 8471.30.00 = Laptop standar tanpa spesifikasi tambahan
Alasan HS Code Penting
Beberapa alasan yang membuat HS Code barang jadi penting adalah:
1. Klasifikasi Barang yang Tepat
HS Code memastikan barangmu dikategorikan dengan benar. Misalnya, saat kamu mengirim sepatu olahraga, maka kode yang tepat adalah 6402.99.90. Jika kodenya salah, misalnya masuk kategori sepatu kulit formal, paket kamu bisa ditahan karena bea cukai menganggap deskripsinya tidak sesuai dokumen.
Akibatnya, waktu pengiriman barang bisa molor dan kamu harus menjelaskan ulang karakteristik barangnya.
2. Perhitungan Tarif dan Pajak yang Akurat
Penghitungan tarif bea masuk, PPN, dan pajak lain juga ditentukan oleh HS Code. Misalnya apel segar (0808.10.00) mungkin dikenai tarif sekitar 5% saja. Sedangkan apel olahan, seperti selai apel (2008.30.10) bisa kena tarif lebih tinggi, misal 10%
Dengan kode yang benar, kamu akhirnya akan membayar sesuai aturan dan terhindar dari risiko kerugian. Sebab, salah kode bisa bikin kamu bayar terlalu tinggi atau malah kena denda karena kurang bayar.
3. Memenuhi Regulasi Perdagangan
Beberapa barang, terutama elektronik seperti laptop atau smartphone, harus memenuhi standar keamanan tertentu. Dengan HS Code yang tepat, dokumen ekspor-impor pasti sesuai dengan regulasi, sehingga proses customs clearance lebih cepat. Jika kodenya salah, paket kamu bisa ditahan karena dianggap belum memenuhi standar legal.
4. Mempercepat Customs Clearance
HS Code yang tepat akan mempermudah petugas bea cukai mengenali barangmu tanpa harus memeriksa manual terlalu lama.
Misal, saat kamu mengirim laptop dengan kode 8471.30.00 berarti barang sudah sesuai klasifikasi, sehingga proses clearance bisa selesai dalam hitungan jam, bukan beberapa hari.
5. Statistik dan Analisis Perdagangan
Selain untuk pajak dan regulasi, HS Code juga berguna sebagai data perdagangan. Sebab, setiap barang yang dikirim akan tercatat berdasarkan kodenya. Dengan begitu, pelaku usaha bisa memanfaatkannya untuk melihat tren ekspor dan menentukan pasar yang potensial.
6. Memanfaatkan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA)
Negara-negara tertentu punya perjanjian bebas bea masuk, yang otomatis sudah ada daftar HS Code-nya. Jadi, ketika kamu ekspor laptop ke negara mitra FTA, tarifnya bisa lebih murah jika HS Code tepat.
Jika salah kode, kamu bisa kehilangan peluang tarif preferensial, jadi biaya impor tetap tinggi.
Baca Juga:
- Persiapan Kirim Paket ke Luar Negeri agar Aman dan Cepat Sampai
- Kirim Paket ke Kampung Halaman Tanpa Hambatan, Ini Panduan Lengkapnya
- Mengenal Impor, Proses Masuknya Barang dari Luar Negeri ke Indonesia
Risiko Jika Kamu Memakai HS Code yang Salah
Ketika tanpa sengaja memakai HS Code yang salah, risiko yang perlu kamu hadapi adalah:
1. Barang Ditahan atau Ditolak
Kesalahan memasukkan kode bisa membuat barangmu ditahan di bea cukai. Misalnya, kamu mau mengirim sepatu olahraga, tapi kodenya malah masuk kategori sepatu kulit, maka petugas mungkin minta dokumen tambahan atau menolak barang sampai kode diperbaiki.
Alhasil, barang kamu tertahan, sehingga pelanggan harus menunggu lebih lama atau malah mengganggu stok bisnismu.
2. Denda dan Biaya Tambahan
Kesalahan input HS Code juga bisa menyebabkan denda, karena tarif awal yang kamu bayar bisa lebih rendah dari ketentuan. Nah, pihak bea cukai bisa saja menagih selisih dan denda administratif. Denda tersebut bisa saja tinggi, khususnya ketika kamu mengirim barang bernilai tinggi.
3. Kesalahan Perhitungan Bea Masuk
Perhitungan tarif bea masuk biasanya berdasarkan kode. Misalnya, saat kamu mengirim apel segar (kode 0808.10.00), maka tarifnya adalah 5%, tapi salah kode masuk ke kode 2008.30 (olahan), sehingga kena 10%. Artinya, kamu membayar dua kali lipat dari seharusnya.
4. Audit dan Pengawasan Lebih Ketat
Jika kesalahan input HS Code terjadi berulang, maka pihak bea cukai akan menganggap perusahaan atau individu tidak patuh. Akibatnya, setiap pengiriman berikutnya akan diawasi ketat, sering terjaring pemeriksaan, dan proses pengiriman menjadi lebih lama.
5. Gangguan Operasional dan Reputasi
Delay akibat salah kode tidak hanya memengaruhi biaya, tapi juga reputasi bisnis. Sebab, keterlambatan pengiriman bisa merusak kepercayaan pelanggan, apalagi untuk bisnis online yang mengandalkan pengiriman cepat.
Cara Cek HS Code dengan Cepat
Agar risiko di atas tidak terjadi, kamu bisa cegah dengan mengecek HS Code lebih dulu. Beberapa opsinya adalah:
1. Melalui Portal INSW (Indonesia National Single Window)
Cara cek HS Code INSW yang bisa kamu ikuti antara lain:
- Buka https://insw.go.id/intr atau klik di sini
- Di kolom Cari kode HS/Uraian HS, masukkan kata kunci barang kamu, seperti “apel”, “sepatu”, “laptop”. Pastikan kata kuncinya spesifikasi agar hasilnya lebih akurat
- Klik logo pencarian dan pilih kode 8 digit yang paling sesuai dari daftar HS Code di website ini.
- Klik Detail untuk melihat tarif bea masuk, PPN, PPh, serta larangan atau pembatasan (Lartas)
2. Konsultasi Ahli / PPJK
Jika takut salah atau kategori barang yang akan kamu kirim itu rumit atau ambigu, seperti alat elektronik multifungsi, maka konsultasikan saja ke ahli kepabeanan atau PPJK (Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan).
Sebab, mereka bisa memastikan kode sesuai karakteristik produk dan regulasi yang berlaku. Alhasil, risiko salah kode dan kena denda dari bea cukai bisa berkurang.
Maksimalkan Pengiriman Internasional dengan INTERPACK
Setelah mengetahui HS Code yang tepat, pengiriman barang kamu bisa lebih lancar dengan INTERPACK Lion Parcel. Sebab, layanan ini melayani pengiriman ke 51 negara dari seluruh kota di Indonesia, dengan estimasi 3–7 hari saja, tapi tidak termasuk hari Minggu, libur nasional, dan proses customs clearance, ya.
Asalkan kirim paket ke luar negeri sesuai ketentuan Lion Parcel dan regulasi, maka tidak akan ada masalah dengan pengirimanmu. Kamu juga bisa menerima asuransi, entah itu Lion Parcel Non Premi dan Premi. Karena itu, dengan HS Code tepat, dokumen lengkap, dan layanan INTERPACK, proses berkirim paket ke luar negeri jadi lebih cepat, aman, dan hemat biaya.
Jadi, sebelum kirim barang, pastikan kamu sudah cek HS Code untuk mencegah risiko bea cukai dan memaksimalkan pengiriman internasional bersama INTERPACK. Dengan langkah ini, ekspor-impor barang sehari-hari pun bisa lebih lancar dan efisien!