Bikin Konten Clickbait? Cari Tahu Dulu Kelebihan dan Kekurangannya
Banyak orang ingin kontennya ramai, diklik, dan cepat menyebar, sehingga memilih clickbait sebagai jalan pintas. Namun, strategi ini datang dengan pro kontra tersendiri. Ada yang menganggapnya cerdas, tapi sebagian lain menilainya menyesatkan.
Karena itulah, sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan strategi ini, pastikan paham dulu konsep, jenis, sampai dampaknya terhadap reputasi brand agar tidak salah langkah.
Apa yang Dimaksud dengan Clickbait?
Clickbait adalah teknik penulisan judul atau headline yang dirancang untuk menarik perhatian dan mendorong orang mengklik suatu konten. Biasanya, teknik ini mengandalkan kata-kata yang membangkitkan rasa penasaran, emosi, atau sensasi tertentu.
Jadi, strategi ini cenderung hadir untuk memancing klik dengan judul yang terasa “menggoda”.
Konsep clickbait adalah memanfaatkan psikologi manusia, terutama rasa ingin tahu dan respons emosional. Sebab, saat seseorang melihat judul yang terasa belum lengkap atau terlalu dramatis, otak biasanya terdorong untuk mencari jawabannya dengan membuka konten tersebut.
Nah, ciri-ciri clickbait yang umum ditemukan adalah:
- Menggunakan kata hiperbolik seperti “terungkap”, “rahasia besar”, atau “mengejutkan”.
- Kalimatnya terasa menggantung.
- Menggunakan angka atau daftar agar terlihat praktis.
- Menonjolkan konflik atau kontroversi.
- Memberikan janji hasil besar tanpa konteks jelas.
Biasanya kalimat-kalimat di atas kamu temui di portal berita, judul konten, atau artikel website. Beberapa contoh clickbait pada judul antara lain:
- Strategi Ini Bikin Omzet Naik Drastis dalam Semalam!
- Minum Air Ini Setiap Hari, Penyakit Langsung Hilang Tanpa Obat!
- Cuma Modal Rp100 Ribu, Pria Ini Jadi Miliarder dalam Seminggu
- Dokter Tidak Mau Kamu Tahu Cara Murah Sembuhkan Diabetes Ini
- Makan Tengah Malam Ternyata Bisa Bikin Panjang Umur?
Terlihat bahwa judul-judul di atas memang menarik, tetapi perlu diuji apakah isi kontennya benar-benar mendukung klaim tersebut.
Baca Juga: Tren Konten Drama China Viral, Strategi Baru Video Marketing
Jenis-jenis Clickbait yang Populer dalam Content Marketing
Ada beberapa jenis clickbait yang sering digunakan dalam content marketing, yaitu:
1. Clickbait Berbasis Sensasi atau Berlebihan
Jenis ini menggunakan kata-kata hiperbolik untuk membangkitkan rasa penasaran. Frasa seperti “Anda tidak akan percaya …” atau “Nomor 3 bikin kaget!” sering muncul dalam tipe ini.
Tujuannya jelas, yaitu memancing klik lewat efek emosional yang kuat. Strategi ini efektif secara jangka pendek, terutama di media sosial dengan ritme konsumsi cepat.
2. Clickbait yang Menggantung (Curiosity Gap)
Teknik ini memanfaatkan celah rasa penasaran, sehingga judulnya tidak lengkap , yang akhirnya membuat pembaca merasa perlu membuka konten untuk mengetahui kelanjutannya.
Contohnya seperti “Alasan Sebenarnya Orang-Orang Sukses Bangun Pagi Ternyata …. Kalimat tersebut terasa belum selesai, sehingga mendorong pembaca mencari jawabannya.
3. Clickbait Berbasis Angka atau Listicle
Format seperti “7 Cara …” atau “5 Tips …” sangat populer karena memberi kesan terstruktur dan mudah dipahami. Secara psikologis, angka juga membuat konten terlihat praktis dan cepat dikonsumsi.
Model ini sering digunakan dalam artikel edukasi maupun promosi layanan, dan cenderung terkesan tidak menipu.
4. Clickbait Provokatif atau Kontroversial
Jenis ini menggunakan pernyataan yang menantang opini umum atau memancing perdebatan. Biasanya efektif di media sosial karena mendorong interaksi berupa komentar dan share.
Konten seperti ini memang mampu meningkatkan engagement, tetapi tetap perlu kehati-hatian agar tidak merusak citra brand.
5. Clickbait Sensasional (Hiperbolik)
Tipe ini menonjolkan klaim berlebihan untuk memicu emosi kuat seperti kaget atau takjub. Contohnya: “Strategi Marketing Ini Bikin Omzet Naik 1000% dalam Semalam!”
Pengaplikasiannya biasanya untuk promosi produk. Tapi, jika datanya tidak jelas, risikonya cukup besar terhadap kepercayaan audiens.
Baca Juga: Mengenal Bundling: Strategi Marketing yang Bikin Penjualanmu Melejit
Kelebihan dan Kekurangan Clickbait dalam Content Marketing
Secara strategi, clickbait itu alat, karena bisa membantu performa konten, tetapi juga bisa berdampak negatif. Jadi, mari kita kupas satu per satu!
Kelebihan Clickbait
Penggunaan clickbait yang tepat dapat memberi beberapa keuntungan untuk brand kamu, seperti:
- Judul yang memancing rasa penasaran dapat meningkatkan click-through rate (CTR) secara signifikan.
- Semakin banyak klik yang masuk, peluang kenaikan traffic website juga makin besar.
- Headline menarik yang tetap relevan membantu memperluas brand awareness.
- Judul provokatif cenderung memicu interaksi dan diskusi di kolom komentar.
- Teknik ini efektif digunakan untuk A/B testing untuk mengetahui preferensi audiens terhadap variasi headline.
Kekurangan Clickbait
Namun, penggunaan yang berlebihan membawa risiko serius, seperti:
- Ketidaksesuaian antara judul dan isi konten dapat menurunkan kepercayaan audiens.
- Pengunjung yang merasa tertipu cenderung langsung keluar sehingga meningkatkan bounce rate (hanya masuk ke website tanpa berinteraksi)
- Penggunaan berlebihan berisiko merusak reputasi brand dalam jangka panjang.
- Audiens mungkin hanya klik sekali tanpa kembali karena hilangnya rasa percaya.
- Bounce rate tinggi dan dwell time (durasi membuka halaman atau konten) rendah dapat berdampak negatif pada performa SEO organik.
Baca Juga: 3 Trik Marketing yang Membuat Bisnismu Dikira Menerapkan "S3 Marketing"
Tips Menggunakan Clickbait dalam Content Marketing Agar Tidak Mengecewakan Audiens
Agar tidak terjebak pada efek negatif clickbait, kamu perlu strategi yang tepat nih, misalnya:
1. Pastikan Judul Tetap Relevan dengan Isi
Judul boleh menarik, tetapi harus mencerminkan isi secara akurat. Jangan menjanjikan sesuatu yang tidak dibahas.
2. Utamakan Nilai dan Kualitas Konten
Konten harus benar-benar bermanfaat, karena klik hanyalah pintu masuk. Sementara itu, yang membuat audiens bertahan adalah value.
3. Gunakan Clickbait Secara Moderat
Tidak semua konten perlu kamu buat sensasional. Gunakanlah secara strategis agar kredibilitas brand tetap terjaga.
4. Bangun Kepercayaan Jangka Panjang
Content marketing berfokus pada hubungan dan trust. Jadi, saat audiens percaya, mereka akan kembali tanpa perlu kamu pancing berlebihan. Karena itu, hindari klaim besar tanpa data. Jika menyebut angka atau hasil signifikan, sertakan konteks yang jelas.
5. Prioritaskan Hubungan Jangka Panjang
Strategi yang sehat selalu mengutamakan reputasi dan konsistensi. Sebab, itulah fondasi yang membuat brand kuat dan bertahan untuk jangka panjang.
Jaga Kepercayaan Konsumenmu dengan COD Lion Parcel
Jika kamu menggaungkan pengiriman yang cepat, aman, dan terjangkau, pastikan bekerja sama dengan jasa pengiriman barang murah dan aman. Jika hasilnya tidak sama, kamu sama saja melakukan clickbait tak bertanggungjawab. Karena itu, kamu bisa andalkan Lion Parcel, nih.
Apalagi dengan metode COD Lion Parcel (Cash on Delivery), kamu bisa memikat konsumen tanpa perlu berbohong. Sebab, layanan bayar di tempat ini hadir dalam dua opsi, yaitu:
- COD Ongkir: penerima hanya membayar ongkir.
- COD Ongkir & Barang : penerima membayar ongkir sekaligus harga barang.
Selain itu, layanan Lion Parcel ini juga menawarkan banyak keuntuntungan lain, yaitu:
- Biaya COD Ongkir hanya 3%
- COD Ongkir & Barang 4%
- Bisa bayar menggunakan QRIS
- Gratis asuransi untuk COD Ongkir & Barang
- Garansi on-time SLA
- Diskon 50% biaya retur
Pendekatan seperti ini membangun trust jangka panjang. Kamu juga bisa memanfaatkan fitur tambahan seperti cek ongkir untuk memastikan biaya pengiriman tetap jelas sejak awal.