Masih banyak pemilik bisnis yang tidak memperhatikan kemasan sekunder pada produknya. Entah karena merasa tidak perlu atau memang karena belum tahu betapa pentingnya kemasan satu ini. Karena itu, jika kamu salah satunya, pahami dulu konsep, contoh kemasan sekunder, sampai tips memilihnya.
Nah, agar proses pemahamannya lebih cepat, kamu bisa jadikan artikel ini sebagai panduan!
Apa itu Pengemasan Sekunder?
Kemasan sekunder adalah lapisan pembungkus yang diaplikasikan di luar kemasan primer untuk menambahkan perlindungan dan mempermudah penanganan atau distribusi produk.
Kemasan ini tidak bersentuhan langsung dengan produk, karena bertujuan untuk mengelompokkan beberapa unit kemasan primer agar pengangkutan, penyimpanan, dan pemajangan produk lebih mudah. Contohnya bisa berupa kotak karton, tray plastik, atau bungkus tambahan seperti shrink wrap.
Fungsi dan Manfaat Kemasan Sekunder
Nah, kemasan sekunder berfungsi untuk banyak hal, seperti:
1. Perlindungan Tambahan
Kemasan ini memberikan proteksi ekstra untuk kemasan primer dan produk dari benturan, tekanan, goresan, serta kondisi lingkungan selama distribusi atau penyimpanan. Dengan begitu, kualitas produk tetap terjaga sampai ke konsumen.
2. Pengelompokan Produk
Beberapa unit produk primer digabung menjadi satu paket yang lebih besar, seperti beberapa botol minuman dalam satu kotak karton. Nah, kemasan ini akan memudahkan pengangkutan, penyimpanan, dan distribusi.
3. Memudahkan Penanganan dan Distribusi
Dengan pengelompokan produk, proses pemuatan, pembongkaran, penyimpanan, dan transportasi akan lebih efisien. Hal ini jugalah yang akan membantu bisnismu bisa mengurangi biaya dan waktu yang berkaitan dengan penanganan produk.
4. Meningkatkan Daya Tarik Produk
Kemasan sekunder yang menarik dan informatif dapat membuat produk terlihat lebih menonjol di rak toko online ataupun offline.
5. Media Informasi Tambahan
Selain proteksi, kemasan sekunder juga berfungsi sebagai media informasi penting soal produk, mulai dari kode batang, tanggal kedaluwarsa, komposisi, nomor lot, sampai petunjuk penggunaan produk.
6. Ramah Lingkungan
Beberapa kemasan sekunder zaman sekarang sudah terbuat dari bahan ramah lingkungan, misalnya karton daur ulang atau material biodegradable. Kehadirannya tentu bisa menolong bisnis memenuhi tanggung jawab lingkungan sekaligus meningkatkan citra merek.
Jenis dan Contoh Kemasan Sekunder
Lalu, apa saja contoh kemasan sekunder? Untuk jawabannya, kamu bisa lihat dari jenis-jenisnya ini, nih:
1. Kotak Karton atau Karton Box Lipat
Kotak karton merupakan tipe kemasan yang paling umum digunakan, karena materialnya kuat untuk melindungi produk dari benturan ringan dan mempermudah penyusunan beberapa unit kemasan primer dalam satu paket.
Selain itu, karton lipat juga lebih fleksibel, sehingga cocok untuk berbagai ukuran produk. Desainnya juga bisa kamu kreasikan untuk branding atau menampilkan informasi produk.
2. Kardus Bergelombang (Corrugated Box)
Kardus ini punya struktur berlapis yang tahan banting, sehingga ideal untuk produk berat atau pengiriman jarak jauh. Materialnya juga mampu menyerap guncangan, sehingga mengurangi risiko kerusakan produk primer.
3. Plastik Pembungkus (Shrink Wrap)
Shrink wrap merupakan plastik pembungkus yang dapat melindungi beberapa produk sekaligus. Setelah dipanaskan, plastik ini mengecil dan menempel erat pada produk sehingga menjaga stabilitas dan kebersihan barang.
4. Tray Karton atau Plastik
Tray berguna untuk menata produk supaya tetap stabil selama pengiriman. Kemasan ini bisa terbuat dari karton atau plastik tebal, sehingga tidak hanya menjaga stabilitas, tapi juga membuat produk terlihat rapi dan mudah diambil saat dipajang di toko.
5. Kotak Pajangan (Display Box)
Display box dirancang khusus agar produk tampil menonjol di rak. Pemanfaatannya biasanya untuk produk kecil, seperti permen, kosmetik, atau baterai. Kotak ini pun tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga sebagai media promosi yang efektif karena desainnya menarik dan informatif.
6. Kantong Kertas (Paper Bag)
Paper bag cocok untuk produk ringan, seperti makanan ringan atau pakaian. Kemasan ini bukan hanya melindungi produk, tapi juga bisa dicetak dengan logo dan desain menarik untuk branding bisnismu.
7. Strap, Band, dan Pallet
Strap dan band berguna untuk mengamankan beberapa unit produk agar tetap terikat saat pengiriman. Sedangkan pallet berperan sebagai platform untuk menumpuk kemasan sekunder secara massal dan memudahkan penanganan dengan forklift atau distribusi barang dalam jumlah besar.
8. Kemasan Khusus
Kemasan ini biasanya dipakai untuk produk premium, sehingga terlihat eksklusif dan elegan. Custom packaging ini tidak hanya menambah nilai estetika tetapi juga meningkatkan daya tarik produk dan memperkuat citra brand di mata konsumen.
Perbedaan Kemasan Sekunder dengan Primer dan Tersier
Selain kemasan sekunder, kamu juga tahu jika ada kemasan lain, yaitu primer dan tersier. Biar tidak bingung dengan ketiganya, coba lihat dulu beberapa perbedaan di bawah:
1. Hubungan dengan Produk
Kemasan primer merupakan lapisan pertama yang bersentuhan langsung dengan produk, seperti botol, kaleng, atau tube. Fungsinya melindungi produk dari kerusakan dan kontaminasi.
Kemasan sekunder berada di luar kemasan primer dan berguna untuk mengelompokkan beberapa produk agar lebih mudah disimpan dan dikirim. Sementara itu, kemasan tersier berperan di tahap distribusi besar untuk mengamankan kemasan sekunder saat pengiriman massal.
2. Tingkat Perlindungan
Perlindungan dari kemasan primer bersifat langsung karena melindungi produk secara fisik. Untuk kemasan sekunder, perannya lebih condong untuk melindungi kemasan primer dari benturan, tekanan, dan gesekan selama distribusi.
Sementara itu, kemasan tersier memberikan perlindungan paling maksimal agar seluruh paket tetap aman saat berpindah atau pengiriman.
3. Bentuk dan Material
Kemasan primer biasanya terbuat dari material yang aman untuk kontak langsung dengan produk. Untuk kemasan sekunder, fokusnya lebih ke bahan yang lebih kuat. Sedangkan kemasan tersier memakai material khusus logistik, seperti pallet, kontainer, atau kotak kayu.
4. Contoh Produk
Contoh kemasan primer antara lain botol minuman, kaleng makanan, atau tube pasta gigi. Kemasan sekundernya bisa berupa kotak karton, shrink wrap, atau display box. Lalu, kemasan tersier yang populer adalah pallet berisi kardus atau kontainer pengiriman skala besar.
Tips Memilih Kemasan Sekunder yang Tepat
Selama memilih kemasan sekunder untuk produkmu, pastikan ikuti beberapa tips di bawah:
- Sesuaikan materialnya cukup kuat, tahan kelembapan dan suhu, serta anti-tamper.
- Ukurannya harus pas, stackable, dan berkualitas tapi masih terjangkau.
- Desainnya harus menarik, punya ruang untuk label, kode batang, dan informasi produk.
- Pilih bahan yang bisa didaur ulang atau biodegradable agar tidak mencemari lingkungan.
- Kemasannya juga harus cocok untuk mesin pengemasan otomatis, sehingga mempermudah produksi dan distribusi.
Maksimalkan Pengiriman Paket Besar/Cargo
Buat pengiriman besar yang lebih praktis dan aman, kamu bisa memakai layanan BIGPACK Lion Parcel, nih.
Sebab, layanan dari jasa pengiriman barang ini memudahkan kamu mengirim paket besar/cargo tanpa repot, sambil memastikan produk tetap aman berkat kemasan sekunder yang tepat.
Dengan BIGPACK, kamu bisa menghemat waktu, tenaga, dan biaya, sekaligus menjaga kualitas barang sampai ke pelanggan.
Kamu bisa pilih BIGPACK reguler untuk pengiriman lebih hemat, atau BIGPACK FAST agar pengirimannya cepat. Setelah itu, cukup cek perjalanan paket melalui cek resi.
Nah, setelah tahu apa saja fungsi, jenis, serta contoh kemasan sekunder, pastikan ke depannya kamu selalu memperhatikan aspek ini agar produk aman dan menarik. Setelah itu, cek ongkir cargo dan gunakan BIGPACK Lion Parcel untuk pengiriman berkuantitas besar!