Peluang bisnis seringkali diidentikkan dengan kota besar. Padahal, potensi yang sesungguhnya justru tersembunyi di perkampungan.
Kampung kini menjadi pusat kebutuhan produk dan layanan yang kian meningkat. Inilah beberapa ide bisnis di kampung yang bisa kamu coba untuk menggali potensi tersebut.
1. Toko Kelontong Serba Ada
Membuka toko kelontong serba ada di kampung adalah salah satu ide bisnis jualan di kampung yang prospektif dengan demand konsisten. Toko semacam ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok, alat tulis, pulsa, serta peralatan rumah tangga.
Baca juga: Cara Cerdas Mengatur Buffer Stock untuk Bisnis Online agar Stok Tetap Aman
Untuk menambah potensi pendapatan, pertimbangkan integrasi layanan PPOB (Payment Point Online Banking) yang mencakup pembayaran tagihan, top-up pulsa, dan sebagainya.
Modal Awal
- Sewa tempat (jika belum punya lahan sendiri): Rp500 ribu/bulan
- Etalase: Rp1-2 juta
- Stok barang dagangan: Rp5-10 juta
- Peralatan pendukung (timbangan, kalkulator, rak): Rp1 juta
Total modal awal: Rp7-13 juta
Keuntungan
Margin keuntungan biasanya sekitar 10-20% dari harga jual barang. Misalnya, penjualan per hari mencapai Rp500 ribu. Maka, margin 15% berarti keuntungan harian sekitar Rp75 ribu. Dalam sebulan, kamu bisa meraup keuntungan sebesar Rp2,25 juta.
2. Warung Makan atau Katering Harian
Membuka warung makan atau katering harian yang menyasar kalangan pekerja, petani, dan pelajar adalah ide bisnis kuliner di kampung yang tidak kalah menjanjikan.
Dengan modal kecil, kamu sudah bisa menjalankannya langsung dari dapur sendiri. Sajikan makanan praktis dan ekonomis yang sesuai dengan selera masyarakat setempat.
Modal Awal
- Sewa tempat (apabila bukan lahan sendiri): Rp1 juta/bulan
- Peralatan dapur (meja, kursi, kompor, panci, peralatan makan, etalase): Rp2-5 juta
- Bahan baku awal (beras, sayur, lauk-pauk, bumbu, gas): Rp1-2 juta
- Spanduk: Rp200 ribu
Total modal awal: Rp3-8,5 juta
Keuntungan
Apabila penjualan stabil, warung makan dan katering rumahan bisa menghasilkan keuntungan bersih sekitar Rp3-7 juta per bulan. Potensi keuntungan bisa melonjak jika ada pesanan khusus (nasi kotak atau acara-acara kampung).
Baca juga: Apa Itu Order Management System? Pebisnis Wajib Tahu!
3. Jual Produk Hasil Tani atau Olahan Lokal
Wilayah pedesaan melimpah dengan hasil tani dan olahan lokal. Contohnya sayuran segar, keripik, emping, dan jamu tradisional. Produk-produk ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga banyak dicari di kota-kota besar.
Modal Awal
- Sewa tempat (jika diperlukan): Rp500 ribu
- Stok awal produk (beras, sayur, buah, rempah): Rp3-5 juta
- Peralatan pendukung (timbangan, karung, meja pajangan, rak): Rp1 juta
- Transportasi (bila perlu angkut hasil tani dari petani ke lokasi): Rp500 ribu
Total modal awal: Rp4,5-8 juta
Keuntungan
Dengan manajemen stok yang baik dan harga jual yang kompetitif, keuntungan bersih bisa mencapai sekitar Rp3-6 juta bulan.
Lihat postingan ini di Instagram
4. Jasa Jahit atau Laundry Rumahan
Tak perlu fasilitas mewah atau perlengkapan mahal untuk memulai ide bisnis di perkampungan yang satu ini. Mesin jahit sederhana dan tempat untuk mencuci serta mengeringkan pakaian sudah memadai untuk usaha skala kecil.
Modal Awal
- Mesin jahit dan perlengkapan menjahit: Rp2-5 juta
- Mesin cuci dan setrika: Rp2-4 juta
- Bahan pendukung (benang, kancing, kain, detergen, pewangi, plastik kemasan): Rp1 juta
- Spanduk: Rp200-300 ribu
Total modal awal: Rp5-10 juta
Keuntungan
Jika kamu kelola dengan baik, jasa jahit atau laundry ini bisa menghasilkan keuntungan bersih sekitar Rp3-7 juta per bulan.
Baca juga: Trik Buat WhatsApp Bisnis dan Biasa di Satu HP, Anti Ribet!
5. Usaha Ternak Skala Rumahan
Usaha ternak skala rumahan juga termasuk salah satu ide bisnis usaha di kampung yang menjanjikan. Produk unggas dan ternak adalah makanan pokok yang selalu dicari, terutama di pasar tradisional, acara keagamaan, pesta pernikahan, dan pertemuan warga.
Ide usaha buat di kampung yang satu ini menggarap demand stabil akan daging segar, telur, serta hasil ternak lainnya. Selain itu, peternakan juga bisa dipadukan dengan usaha lain, misalnya bercocok tanam, untuk memaksimalkan pendapatan.
Modal Awal
- Bibit ternak (ayam, bebek, atau kambing): Rp1-3 juta
- Kandang dan perlengkapan: Rp1-2 juta
- Pakan dan obat-obatan: Rp1 juta/bulan
- Peralatan pendukung (tempat makan/minum, sekop, timbangan): Rp200-500 ribu
Total modal awal: Rp2,7-6,5 juta
Keuntungan
Keuntungan bersih bisnis ini diperkirakan mencapai sekitar Rp2-5 juta per bulan asalkan dengan perawatan baik dan tidak ada kendala besar.
6. Jasa Pangkas Rambut
Salah satu peluang bisnis di kampung dengan modal kecil namun hasil besar ialah usaha pangkas rambut. Pasalnya, potong rambut adalah kebutuhan rutin yang menjamin pelanggan loyal.
Kamu bisa membuka pangkas rambut di rumah, menyewa stan kecil, atau kios sederhana di pinggir jalan. Strategi ini efektif untuk menekan biaya operasional.
Modal Awal
- Alat pangkas (gunting, clipper, sisir, pisau cukur): Rp1-2 juta
- Kursi lipat dan cermin portable: Rp300-500 ribu
- Perlengkapan tambahan (cape, spray, handuk): Rp200-500 ribu
- Transportasi (jika melayani panggilan): Opsional
Total modal awal: Rp1-2 juta
Keuntungan
Tergantung jumlah pelanggan, keuntungan bersih bisa mencapai sekitar Rp2-4 juta per bulan jika tarif potong rambut rata-rata Rp15 ribu dan melayani 5-10 orang per hari.
Kamu juga bisa mengoptimasi keberadaan tempat pangkas rambut kamu dengan menggunakan google my business. Simak penjelasannya di bawah ini.
Baca juga: Cara Update Google My Business agar Bisnis Kamu Makin Dikenal
7. Jual Frozen Food
Saat kemudahan menjadi kebutuhan utama banyak keluarga, bisnis frozen food muncul sebagai peluang yang menjanjikan bahkan di pedesaan. Demand akan produk siap masak dan mudah disimpan terus tumbuh, didorong oleh lifestyle yang sibuk serta kebutuhan akan makanan cepat saji.
Beberapa produk favorit di antaranya ayam beku, bakso, ikan, sayuran, serta camilan seperti siomay, nugget, dan risoles.
Modal Awal
- Freezer atau kulkas (second atau baru): Rp1,5-3 juta
- Stok frozen food (sosis, nugget, bakso, dim sum, dll): Rp2-3 juta
- Kemasan dan plastik vakum (jika repacking): Rp200-500 ribu
- Spanduk: Rp200 ribu
Total modal awal: Rp3,9-6,7 juta
Baca juga: Cara Kirim Kulkas ke Luar Kota yang Aman Buat Pindahan dan Jualan
Keuntungan
Perkirakan keuntungan bersih mencapai sekitar Rp2-5 juta per bulan dengan tingkat penjualan tinggi.
8. Menjadi Agen Jasa Pengiriman seperti Lion Parcel
Ekonomi digital yang terus berkembang mendorong lonjakan permintaan akan jasa pengiriman yang tepercaya, khususnya di wilayah perkampungan yang masih minim akses jaringan logistik. Menjadi agen Lion Parcel merupakan peluang bisnis strategis yang patut kamu pertimbangkan saat ini.
Baca juga: Mau Coba Peruntungan di Logistik? Ini 7 Keuntungan Jadi Agen Lion Parcel
Sudah pasti karena demand tinggi dan potensi pendapatan harian, dan support penuh dari Lion Parcel. Dengan semua manfaat ini, tidak ada alasan untuk ragu mencoba rekomendasi bisnis di kampung yang satu ini.
Modal Awal
- HP, laptop, printer (jika belum punya): Rp5-7 juta
- Timbangan digital: Rp200-300 ribu
- Kertas dan alat tulis: Rp100-200 ribu
- Spanduk: Rp200-300 ribu
Total modal awal: Rp5,5-7,8 juta
Keuntungan
Cukup dengan pengelolaan yang baik, pemasukan dari menjadi agen Lion Parcel di kampung bisa menyentuh angka Rp3-7 juta per bulan. Nominal tersebut bisa naik seiring bertambahnya volume pengiriman plus kerjasama dengan UMKM dan toko online yang butuh jasa pengiriman rutin.
Bergabung jadi Agen Jasa Pengiriman Terpercaya Seperti Lion Parcel
Itulah beberapa ide bisnis di kampung yang patut kamu coba. Tetapi jika kamu mencari usaha praktis dengan demand tinggi, bergabung dengan jasa pengiriman Lion Parcel adalah jawabannya. Daftar sebagai agen sekarang dan raup keuntungan menggiurkan dari setiap pengiriman!
Kamu bisa langsung menjalankan bisnis yang sudah teruji dari model bisnisnya dan berkesempatan untuk mendapatkan keuntungan 20-30 juta per bulan. Ingin informasi bermanfaat lainnya untuk bisnis kamu? kunjungi halaman blog kami untuk menemukan insight menarik lainnya.