biaya marginal adalah

Pengertian Biaya Marginal, Rumus, Cara Hitung, dan Contohnya

Penulis
Rizki Astuti
Tanggal publish
2 Maret 2026

Guna mencapai keputusan produksi yang paling tepat dan menguntungkan, pebisnis perlu memahami setiap komponen biaya dengan presisi. Salah satunya biaya marginal.

 

Biaya marginal adalah perubahan total biaya ketika output ditambah satu unit. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, mulai dari rumus, cara menghitung, hingga ilustrasi contohnya.

Pengertian Biaya Marginal Menurut Ahli

pengertian biaya marginal

 

Secara garis besar memang sama, ahli ekonomi di bawah ini memberikan penekanan dan sudah pandang yang berbeda ketika mendefinisikan biaya margonal. 

Berikut adalah uraian perbandingan definisi menurut sejumlah pakar.

  • N. Gregory Mankiw

Dalam bukunya, profesor Harvard N. Gregory Mankiw menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan biaya marginal adalah peningkatan total biaya akibat memproduksi satu unit tambahan.

 

Mankiw menghubungkannya dengan prinsip bahwa keputusan rasional dibuat dengan mempertimbangkan perubahan di batas atau margin.

 

Menurut Mankin, biaya marginal seharusnya menjadi dasar dari segala pertimbangan operasional. Dengan kata lain, sebuah tindakan baru layak dilakukan jika manfaatnya melebihi biaya marginal yang dikeluarkan.

  • Paul A. Samuelson

Paul A. Samuelson, pemenang Nobel Ekonomi pertama dari AS, dalam bukunya memberikan definisi biaya marginal sebagai biaya tambahan untuk memproduksi satu unit output lebih banyak, dengan penekanan pada struktur matematis dan hubungan antar variabel biaya.

 

Kemudian, dalam analisisnya Samuelson menghubungkan biaya marginal dengan fungsi produksi secara langsung. Menurutnya, kurva biaya marginal mencerminkan kurva produk marginal secara terbalik. Ketika produk marginal turun, biaya marginal meningkat tajam, dan begitu pula sebaliknya.

  • Alfred Marshall

Alfred Marshall, bapak ekonomi neoklasik, mempopulerkan diagram penawaran-permintaan dan menyatakan kurva penawaran jarak pendek sebagai kurva biaya marginal.

 

Selain itu, Marshall menekankan bahwa perusahaan akan terus beroperasi asalkan harga pasar mampu menutup biaya marginal walaupun belum menutup seluruh biaya rata-rata.

  • Boediono

Boediono, ekonom senior dan mantan Wakil Presiden RI, mendefinisikan biaya marginal artinya penambahan pada Total Cost karena memproduksi satu unit lagi.

 

Beliau menegaskan bahwa tambahan ini sebenarnya sama dengan kenaikan Total Variable Cost, karena Total Fixed Cost tidak terpengaruh oleh perubahan jumlah output.

  • Sadono Sukirno

Sementara itu, Sadono Sukirno mendefinisikan biaya marginal sebagai tambahan biaya untuk memproduksi satu unit barang lagi.

 

Pemahaman ini adalah syarat untuk menentukan produksi optimal, yang tercapai ketika Marginal Revenue (MR) sama dengan Marginal Cost (MC). Jika MR > MC, produksi perlu ditambah. Sebaliknya jika MC > MR, produksi perlu dikurangi.

Rumus Menghitung Biaya Marginal

rumus biaya marginal adalah

 

Untuk menghitungnya, kamu bisa menggunakan dua cara. Pertama, rumus biaya marginal adalah pendekatan diskrit atau aritmatika, dan yang kedua adalah pendekatan kontinu atau kalkulus.

1. Rumus Pendekatan Diskrit

Pendekatan diskrit cocok untuk data produksi dalam satuan yang terpisah, seperti 100 unit lalu 101 unit. Rumus ini sering dipakai dalam akuntansi manajemen.

 

Rumus dasarnya adalah:

 

MC=∆TC/∆Q

 

Keterangan:

  • MC: Marginal Cost (biaya marginal)
  • ΔTC: Change in Total Cost (perubahan biaya total)
  • ΔQ: Change in Quantity (perubahan kuantitas output)

Sementara itu, rumus ini dapat diuraikan lebih lanjut untuk menunjukkan komponen biaya awal dan akhir.

MC=TCn-TCn1/Qn-Qn-1

 

Sedangkan mengikuti penjelasan Boediono bahwa biaya tetap tidak berubah, rumus ini juga berlaku jika menggunakan Total Variable Cost sebagai acuan.

MC=∆TVC/∆Q

 

Sementara itu, berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan perhitungan menggunakan rumus diskrit di atas:

  1. Kelompokkan biaya perusahaan ke dalam biaya tetap (TFC) dan biaya variabel (TVC). Lalu, periksa kembali apakah periode waktunya sudah sama, contohnya per bulan atau per tahun.
  2. Untuk mengetahui perubahan kuantitas (ΔQ), tentukan dua titik data produksi yang akan kamu bandingkan. Caranya dengan mencatat kuantitas produksi awal, mencatat kuantitas produksi baru (baik yang terencana maupun yang sudah terjadi), lalu menghitung selisih dari kedua angka itu.
  3. Selanjutnya, hitung total biaya di kedua tingkat produksi tersebut. Caranya dengan mencari selisih antara TC pada output awal dan TC pada output baru.
  4. Bagi ΔTC dengan ΔQ. Hasilnya adalah biaya rata-rata per unit tambahan di dalam rentang perubahan tersebut.
  5. Jika MC < MR, peningkatan produksi tersebut menguntungkan. Jika MC < ATC (biaya rata-rata), biaya produksi rata-rata perusahaan sedang turun (yang berarti efisiensi meningkat). Sebaliknya, jika MC > ATC, biaya rata-rata sedang naik.

2. Rumus Pendekatan Kontinu

Sedangkan dalam analisis mikro tingkat lanjut, fungsi biaya diasumsikan kontinu. Pada konteks ini, rumus biaya marginal adalah turunan pertama fungsi biaya total terhadap jumlah output yang mengukur laju perubahan biaya secara instan.

 

MCQ=dC/dQ=C'Q

 

Keterangan:

  • C(Q) adalah fungsi Total Cost yang bergantung pada kuantitas Q.
  • dC/dQ adalah turunan fungsi biaya terhadap Q.

Gunakan pendekatan yang satu ini jika kamu perlu mencari titik minimum biaya rata-rata atau titik optimal produksi secara presisi.

 

Contoh Kasus dan Cara Menghitung Biaya Marginal

contoh biaya marginal

 

Sebagai ilustrasi, berikut dua contoh mencari biaya marginal. Yang pertama contoh biaya marginal pada industri manufaktur ketika produk marginal menurun, sedangkan yang kedua pada industri jasa transportasi dengan biaya tetap tinggi.

Contoh 1: Industri Manufaktur

PT Langkah Tegap, produsen sepatu kulit kelas menengah, sedang mempertimbangkan pesanan khusus yang akan menambah produksi harian. Untuk itu, perusahaan perlu mengetahui biaya marginal agar harga ke distributor baru tidak mengurangi margin keuntungan.

 

Data Operasional

Kondisi Awal (Q1): Perusahaan saat ini memproduksi 1.000 pasang sepatu per hari.

  • Biaya Tetap (FC): Rp10.000.000 per hari.
  • Biaya Variabel (VC): Rp50.000 per pasang.
  • Total Biaya Awal (TC1): Rp10.000.000 + (1.000 × Rp50.000) = Rp10.000.000 + Rp50.000.000 = Rp60.000.000

Kondisi Baru (Q2): Perusahaan menaikkan produksi menjadi 1.500 pasang sepatu per hari.

  • Biaya Tetap (FC): Rp10.000.000 per hari.
  • Biaya Variabel (VC): Karena butuh lembur dan pemakaian mesin lebih intensif, total biaya variabel naik menjadi Rp75.650.000.
  • Total Biaya Baru (TC2): Rp10.000.000 + Rp75.650.000 = Rp85.650.000

Biaya Marginal

MC=∆TC/∆Q=85.650.000-60.000.000/1.500-1.000=51.300

 

Jadi, biaya marginal untuk penambahan produksi 500 unit adalah Rp51.300 per pasang, melebihi biaya variabel rata-rata awal (Rp50.000). Kenaikan sebesar Rp1.300 ini mencerminkan Law of Diminishing returns, mungkin akibat pabrik terlalu padat atau pekerja lelah karena lembur.

 

Maka dari itu, manajemen PT Langkah Tegap harus menetapkan harga jual di atas Rp51.300. Jika ditawar Rp51.000, pesanan sebaiknya ditolak karena merugikan margin kendati harga itu masih di atas biaya variabel awal.

Contoh 2: Industri Jasa Transportasi

Di sisi lain, ilustrasi klasik N. Gregory Mankiw ini menyoroti perbedaan besar antara biaya rata-rata dan biaya marginal di industri berbiaya tetap tinggi. Maskapai Langit Biru memiliki penerbangan Jakarta-Bali yang akan segera berangkat.

 

Data Operasional

    • Kapasitas Pesawat: 200 kursi.
    • Total Biaya Penerbangan: Rp100.000.000 (mencakup bahan bakar, gaji kru, biaya pendaratan, dan perawatan).
  • Biaya Rata-Rata per Kursi:

AC=100.000.000/200=500.000

  • Situasi: Menjelang penutupan gate, masih ada 10 kursi kosong ketika seorang penumpang standby datang dan menawar tiket seharga Rp300.000.

Biaya Marginal

 

Manajemen harus menghitung berapa biaya riil untuk menerbangkan satu penumpang tambahan tersebut.

Apakah gaji pilot naik? Tidak.

 

Apakah biaya sewa pesawat naik? Tidak.

 

Lantas, apa yang bertambah? Hanya konsumsi makanan, minuman, dan biaya administrasi pencetakan tiket atau bagasi. Asumsikan biaya ini totalnya Rp50.000.

 

Maka:

MC=100.050.000-100.000.0001-0=50.000

 

Menjual tiket Rp300.000 di bawah biaya rata-rata Rp500.000 sekilas tampak merugi. Namun, analisis marginal menunjukkan bahwa karena MC hanya Rp50.000 dan MR Rp300.000, maskapai justru untung Rp250.000 dari kontribusi margin.

 

Jadi, maskapai Langit Biru sebaiknya menerima tawaran tersebut. Pendapatan Rp300.000 lebih baik daripada kursi kosong (Rp0). Inilah prinsip Yield Management, di mana harga berfluktuasi guna mengisi kursi dengan harga tertinggi di atas biaya marginal.

 

Kesimpulannya, biaya marginal adalah komponen biaya vital yang perlu kamu ketahui untuk mengambil keputusan bisnis terbaik, dari produksi hingga penetapan harga. Pengetahuan tentang biaya ini membantu menentukan titik produksi optimal, tak hanya untuk manufaktur tetapi juga jasa logistik perusahaan.

 

Jika kamu berencana ekspansi bisnis ke luar negeri, manfaatkan layanan INTERPACK dari Lion Parcel yang kini menjangkau 51 negara. Nikmati juga promo diskon 25% tiap kamu mengirim paket di hari Sabtu dan Minggu.

 

Skema biayanya pun transparan dan bersih dari komponen tersembunyi yang kerap menjebak. Dengan begitu, beban operasional terasa ringan dan keuntunganmu otomatis menebal!

 

#tipskeuangan #laporankeuangan
Mau kirim paket tapi males keluar rumah?
Cobain Pick-up sekarang!
logo-btn.png
Kirim sekarang

Lihat promo spesial!

logo-btn.png
Semua promo