Jangan Ikut Viral Sembarangan! Ini 8 Strategi Marketing yang Berhasil
Strategi pemasaran yang lagi viral sering terlihat sederhana. Banyak yang menyangka strateginya hanya dari video pendek yang lewat FYP (For Your Page), ramai komentar dan interaksi, lalu orderan pun masuk deras. Faktanya, di balik layar, ada pola, sistem, dan kesiapan yang jarang dibahas.
Jika kamu seorang seller atau brand owner, maka memahami strategi pemasaran yang tepat bisa jadi pembeda antara sekadar ramai sesaat dan bisnis yang benar-benar tumbuh. Nah, artikel ini akan membedah tren yang sedang naik daun sekaligus bagaimana menyiapkan fondasi operasionalnya agar efek viral tidak berubah menjadi komplain.
8 Strategi Pemasaran yang Viral
Lalu, apa saja strategi viral marketing yang kerap dipakai brand dan UMKM saat ini? Yuk, langsung cek delapan daftar di bawah:
1. Video Pendek Emosional + Social Commerce
Strategi ini memadukan konten vertikal berdurasi singkat, maksimal 60 detik, dengan storytelling cepat dan hook kuat di tiga detik pertama. Di akhir video, CTA jelas dan pembelian bisa langsung dilakukan oleh audiens di dalam platform.
Format ini banyak dipakai di TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts, bahkan LinkedIn untuk konteks B2B. Strategi ini cocok untuk F&B yang ingin membangun fenomena antrean, seperti Mie Gacoan, brand beauty dan skincare, fashion, produk impulsif, hingga UMKM yang butuh awareness cepat.
Tipe video seperti ini juga termasuk strategi pemasaran yang lagi viral di TikTok karena algoritma mendorong konten yang engaging dan durasinya sesuai dengan kebiasaan Gen Z dan Gen Alpha.
2. Gimmick + Strategic Rule-Breaking
Beberapa brand memilih tampil nyeleneh dan keluar dari gaya komunikasi formal. Pendekatan ini banyak terlihat di Platform X, TikTok, dan Instagram.
Strategi ini cocok untuk brand dengan target Gen Z, FMCG, atau brand dengan positioning bold. Alasannya terbilang sederhana, kontras mudah ditangkap dan diingat otak manusia.
3. UGC & KOC (User-Generated Content)
UGC menghadirkan review jujur, unboxing, before-after, dan testimoni autentik di TikTok, Instagram, maupun YouTube. Strategi ini cocok untuk beauty, gadget, produk rumah tangga, serta brand dengan budget iklan terbatas.
Efektivitasnya pun tinggi karena konsumen lebih percaya foto pelanggan asli daripada foto stok. Konten pun terasa organik, bukan iklan.
Dalam praktik viral marketing, brand sering membuat challenge hashtag sehingga pengguna mengunggah versi mereka sendiri. Engagement yang tinggi akhirnya membuat algoritma ikut mengangkat konten tersebut.
4. Nostalgia Marketing
Pendekatan ini menggabungkan elemen lama seperti logo, jingle, atau karakter brand menjadi versi modern. Karena itulah, strategi ini cenderung cocok untuk film, F&B lama, brand 90-an, dan FMCG yang sudah lama eksis.
Strategi seperti ini dapat meningkatkan emotional bonding para audiens, khususnya yang punya pengalaman tersendiri dengan elemen tersebut. Contoh suksesnya terlihat pada film Petualangan Sherina 2 yang bukan hanya menjual film, tetapi juga menjual memori masa kecil lintas generasi.
5. Authority Building + GEO (Generative Engine Optimization)
Strategi ini berfokus pada konten SEO berkualitas tinggi agar dikutip oleh AI Overview Google. Platform-nya berupa blog, media nasional, atau press release.
Strategi ini cocok untuk B2B, startup, konsultan, serta brand yang butuh trust. Dalam konteks visibilitas AI, ini strategi ini merupakan viral reputasi.
Zero-click search membuat orang membaca ringkasan AI, melihat sumber tepercaya, lalu melakukan konversi. Jadi, fokusnya bukan sekadar traffic, tetapi kredibilitas.
6. Event Tatap Muka
Di tengah digital fatigue, event offline kembali naik, contohnya dari community event, lari bareng, live podcast, atau pop-up store. Semua event ini bisa menjadi sarana membangun koneksi nyata sekaligus lebih mudah masuk ke dalam audiens.
7. Sustainability Storytelling
Strategi ini mempromosikan produk ramah lingkungan dengan menekankan manfaat langsung bagi konsumen, bukan sekadar klaim bahan daur ulang, tetapi menjelaskan dampaknya.
Misalnya, sepatu jadi lebih awet dan hemat dalam jangka panjang. Pesan peduli lingkungan tetap ada, namun dikaitkan dengan keuntungan pribadi. Pendekatan ini cocok untuk fashion, FMCG, dan lifestyle karena menggabungkan nilai idealisme dengan manfaat nyata, sehingga lebih mudah diterima dan dibagikan.
8. Gamifikasi dan Target Gen Alpha
Gen Alpha tumbuh di dunia digital, jadi konsep seperti poin, level, avatar, dan reward sudah terasa natural bagi mereka.
Karena itu, banyak brand memakai gamifikasi, yaitu memasukkan unsur permainan ke dalam strategi pemasaran. Misalnya, kumpulkan poin tiap transaksi, naik level setelah beberapa kali belanja, atau dapat hadiah setelah menyelesaikan misi.
Karena itu, platform seperti Roblox dan mobile apps menjadi arena yang efektif. Strategi ini juga membuat pengalaman terasa seru dan interaktif, sehingga audiens lebih engaged dan lebih loyal.
Baca Juga:
- Tren Konten Drama China Viral, Strategi Baru Video Marketing
- Perlukah Hashtag Biar FYP? Strategi Cerdas Seller UMKM di TikTok
- Viral! Penerima Awarde LPDP Dihujat Usai Pamer Anak Jadi WNA
Tips Menjalankan Strategi Pemasaran agar Berhasil Memikat Audiens
Agar strategi pemasaran viral di atas berhasil, jangan lupa tambahkan beberapa tips di bawah:
- Pastikan tiga detik pertama langsung menarik perhatian dengan hook kuat agar audiens tidak langsung scroll.
- Tonjolkan emosi dan cerita yang relatable karena orang lebih mudah tergerak oleh perasaan daripada fitur produk.
- Permudah proses checkout ngkin untuk mengurangi hambatan dan meningkatkan konversi.
- Bangun kepercayaan lewat UGC, edukasi, dan bukti sosial sebelum mulai hard selling.
- Manfaatkan AI untuk riset dan efisiensi, tetapi tetap pertahankan sentuhan manusia dalam storytelling.
- Pantau metrik seperti watch time, share, save, dan conversion rate agar strategi bisa dievaluasi dengan cepat.
- Siapkan respons cepat melalui chatbot dan tim support agar momentum viral tidak terbuang.
Gunakan REGPACK Lion Parcel untuk Mendukung Strategi Pemasaran yang Lagi Viral
Strategi pemasaran yang lagi viral bisa mendatangkan lonjakan order dalam waktu singkat. Tantangannya bukan hanya pada closing, tetapi juga pada penanganan pengiriman.
Karena itu, kamu wajib menggunakan jasa pengiriman paket yang berkualitas, tapi ongkirnya tetap terjangkau, misalnya dari Lion Parcel. Nah, REGPACK Lion Parcel bisa jadi jawabannya. Selain ongkir kompetitif dan standar, estimasi pengirimannya termasuk cepat, yaitu 2–3 hari saja.
Estimasi 2–3 hari membuat ekspektasi customer tetap realistis. Jadi, kamu tetap bisa menjaga margin tanpa membebani pembeli dengan biaya terlalu tinggi.
Pada akhirnya, strategi pemasaran yang lagi viral bukan hanya tentang konten yang ramai, tetapi tentang sistem yang siap menopang pertumbuhan. Ketika marketing dan logistik berjalan selaras, bisnis kamu akan lebih stabil dan berkelanjutan. Jadi, pastikan Lion Parcel menjadi partner pengirimanmu.