6 Strategi Branding Biar Bisnis Baru Kamu Gampang Naik Daun
Buat kamu yang lagi merintis bisnis baru, mungkin ada perasaan ingin segera dikenali orang, sehingga bisnis lebih cepat dapat pelanggan, kan? Begitu pun bagi bisnis yang sudah lama berdiri, tapi masih belum terlalu dikenali target pasar. Nah, biar makin dikenal, kamu perlu melakukan strategi branding, nih.
Sebab, tanpa strategi yang jelas, bisnis kamu akan sulit untuk punya identitas yang kuat. Akibatnya, konsumen bisa saja melupakan produkmu dan beralih ke merek lain. Ketika punya branding yang tepat, bisnis baru bisa punya citra profesional, dipercaya konsumen, bahkan lebih mudah berkembang.
Karena itulah, kita akan bahas kenapa strategi ini penting, elemennya, hingga cara melakukannya. Yuk, kita kulik satu per satu!
Mengapa Strategi Branding Penting?
Buat sebagian pemilik bisnis, branding sering disalahartikan hanya sebatas logo atau desain.
Padahal, makna branding ini jauh lebih luas. Sebab, strategi branding adalah sebuah cara yang dipakai demi membuat identitas, citra, serta pengalaman yang membedakan bisnismu dengan kompetitor.
Beberapa alasan yang membuat strategi branding ini penting adalah:
- Branding bukan sekadar logo atau desain, tapi identitas bisnis. Karena ketika logo hanya simbol, maka branding ini mencakup seluruh aspek yang membentuk persepsi konsumen terhadap bisnismu.
- Membantu bisnis yang masih baru bisa tampil beda dari kompetitor, sehingga produkmu punya nilai unik yang membedakannya dari pesaing di pasar.
- Meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan.
- Membangun hubungan emosional dengan konsumen
Elemen Utama dalam Strategi Branding
Ketika merencanakan strategi branding, kamu perlu menyelipkan beberapa elemen utama ini:
1. Identitas Visual yang Konsisten
Identitas visual ini mencakup logo, warna, font, dan desain yang kamu gunakan secara konsisten untuk menggambarkan brand.
Misalnya saja adalah Gojek, yang tampil ikonik dengan warna hijau dan logo seperti lingkaran tak sempurna yang punya titik di tengahnya (solv). Ketika melihat perpaduan visual tersebut, kamu pasti langsung kenal dengan layanan ini, kan?
2. Value Proposition yang Jelas
Value proposition merupakan janji unik yang kamu tawarkan ke konsumen, khususnya aspek yang menunjukkan bahwa produkmu berbeda.
Misalnya, kamu mendirikan coffee shop yang memakai kopi fresh dari petani lokal. Nah, ini bisa jadi nilai tambah yang tidak dimiliki kompetitor.
3. Brand Voice dan Personality
Bagaimana gaya komunikasi bisnismu? Apakah serius, ramah, atau santai? Ini wajib kamu pikirkan sejak awal. Komponen strategi branding ini penting sekali agar pesan yang kamu sampaikan terasa konsisten di semua media, baik sosial media, iklan, maupun layanan pelanggan.
4. Customer Experience
Pengalaman pelanggan adalah kunci, sehingga produk berkualitas saja tidak cukup untuk membuat bisnismu mudah diingat. Karena konsumen akan selalu ingat bagaimana mereka diperlakukan, bukan hanya apa yang mereka beli.
Jadi, kamu wajib meyakinkan pada calon konsumen bahwa layananmu ramah, cepat, dan konsisten.
View this post on Instagram
Langkah-Langkah Membangun Strategi Branding untuk Bisnis Baru
Jika kamu sudah tidak sabar membangun strategi branding bisnis, pastikan untuk ikuti langkah-langkah di bawah:
1. Kenali Target Pasar
Riset target pasar itu fondasi utama, karena perlu tahu siapa audiens utamamu, usia mereka, apa yang mereka sukai, masalah apa yang mereka hadapi, hingga kebiasaan mereka berbelanja.
Dengan mengetahui target pasar, maka kamu bisa menyesuaikan komunikasi, desain, hingga promosi agar sesuai dengan kebutuhan mereka.
2. Tentukan Brand Core
Biar tidak kehilangan arah saat melakukan branding, kamu wajib menentukan brand core terdiri dari tiga aspek penting:
- Purpose (tujuan): apa alasan brand ini ada. Misalnya, bisnis sustainable fashion yang bertujuan mengurangi limbah tekstil.
- Vision (visi): arah jangka panjang bisnismu, misalnya ingin jadi brand eco-friendly nomor satu di Indonesia.
- Values (nilai): prinsip yang menjadi pedoman bisnis, baik itu kejujuran, kualitas, keberlanjutan, atau customer-centric.
3. Tentukan Positioning Brand
Positioning itu menunjukkan bagaimana kamu ingin dikenal di benak konsumen. Karena itulah positioning ini harus jelas agar konsumen langsung tahu alasan memilih brand-mu daripada kompetitor.
Misalnya, Indomie diposisikan sebagai mie instan praktis dan penuh rasa, sementara Mie Sedaap mencoba masuk dengan positioning rasa autentik rumahan. Jadi, meskipun punya jenis produk yang sama, ketika positioning ada di angle berbeda, maka konsumen tidak akan salah mengenali produk kamu!
4. Buat Storytelling Brand
Biasanya orang-orang lebih mudah terhubung dengan cerita daripada sekadar fakta. Tidak heran jika sekarang banyak brand yang memakai strategi ini.
Storytelling tersebut bisa berupa kisah kenapa bisnismu berdiri, perjuangan membangun produk, atau nilai yang ingin kamu sebarkan. Semakin relate ceritanya dengan audiens, maka makin mudah brand kamu jadi top of mind mereka.
5. Manfaatkan Media Sosial
Perlu kamu ingat bahwa media sosial bukan sekadar tempat promosi, tapi juga ruang untuk membangun komunitas. Karena itulah, di sini kamu bisa membuat konten edukasi, interaktif, hingga user-generated content.
Dengan pemanfaatan yang tepat, media sosial ini bahkan bisa jadi ujung tombak strategi branding produk kamu.
6. Konsistensi di Semua Channel
Konsistensi merupakan kunci kepercayaan, sehingga kamu harus memastikan bahwa identitas brand selalu tampil sama, baik di toko fisik, marketplace, website, maupun sosial media.
Jangan sampai desain kemasan berbeda dengan visual di iklan atau gaya komunikasi customer service berbeda dengan postingan media sosial, ya, Dengan konsistensi ini, brand kamu akan lebih mudah diingat dan dipercaya.
Baca juga:
Contoh Strategi Branding UMKM yang Sukses
Supaya lebih nyata, mari lihat contoh UMKM yang berhasil dengan branding mereka:
- Makaroni Ngehe (UMKM makanan dengan kemasan unik): Produk camilan pedas ini sukses bukan hanya karena rasanya, tapi juga berkat kemasan yang menarik, eye-catching, dan sesuai dengan target anak muda. Branding mereka kuat lewat slogan berani dan visual yang konsisten.
- Erigo (brand fashion lokal dengan strategi media sosial): Awalnya Erigo hanya brand kecil di Depok, tapi mereka berhasil memanfaatkan Instagram dan TikTok untuk promosi dengan menggandeng influencer dan membuat konten relevan dengan anak muda. Tidak heran brand ini makin maju dan bisa tembus ke New York Fashion Week.
- Janji Jiwa (UMKM minuman dengan storytelling) :Brand kopi ini bisa sesukses sekarang karena punya narasi “kopi dari hati” yang dekat dengan konsumen. Dengan storytelling yang konsisten dan desain outlet modernnya, Janji Jiwa akhirnya bisa tumbuh pesat dan dikenal luas.
Contoh-contoh ini membuktikan bahwa branding yang kreatif dan konsisten bisa membuat UMKM punya daya saing besar, meskipun modal promosi tidak sebesar brand multinasional.
Branding Harus Didukung dengan Layanan Pengiriman yang Andal
Bagaimana jadinya jika produkmu sudah punya branding bagus, tapi pengalaman konsumen rusak karena pengiriman paket yang lambat atau barang datang dalam kondisi rusak? Ya, branding bisa hancur dalam sekejap.
Oleh karena itu, pengiriman juga bagian penting dari strategi branding. Jadi, kamu wajib memakai jasa pengiriman terpercaya, sehingga bisa menjaga citra brand tetap positif.
Untungnya, ada Lion Parcel yang siap mendukung kirim paket kamu biar cepat daman sampai ke konsumen di mana pun mereka berada. Jadi, kamu tidak perlu takut jika strategi branding yang dibuat hancur karena salah jasa pengiriman. Yuk, siapkan branding bisnismu dan kirimkan paketnya dengan Lion Parcel!