10 Penyebab Umum Keterlambatan Pengiriman Paket yang Perlu Kamu Tahu

10 Penyebab Umum Keterlambatan Pengiriman Paket yang Perlu Kamu Tahu

Penulis
Danish Syahputra
Tanggal publish
8 April 2025

Dalam dunia bisnis, terutama yang bergerak di bidang e-commerce dan logistik, kecepatan pengiriman merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kepuasan pelanggan. Namun, meskipun sudah menggunakan jasa ekspedisi terpercaya, tidak sedikit kasus pengiriman yang mengalami keterlambatan. Hal ini tentu bisa menimbulkan ketidaknyamanan, baik bagi pelanggan maupun penjual.

 

Pertanyaannya, kenapa paket bisa telat padahal statusnya sudah dikirim? Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai penyebab umum keterlambatan pengiriman dari jasa ekspedisi. Jadi, kalau kamu pernah mengalami hal serupa, kamu bisa lebih memahami situasinya dan mencari solusi yang tepat.

 

Simak sampai selesai ya!

1. Volume Pengiriman yang Meningkat Drastis

10 Penyebab Umum Keterlambatan Pengiriman Paket yang Perlu Kamu Tahu

 

Salah satu penyebab paling umum keterlambatan pengiriman adalah tingginya volume paket yang harus dikirim dalam satu waktu. Kondisi ini biasanya terjadi saat peak season seperti promo 11.11, Harbolnas, Lebaran, Natal, atau momen-momen diskon besar lainnya.

 

Ketika jumlah paket melonjak, maka kapasitas gudang, tenaga sortir, hingga armada pengiriman bisa kewalahan. Akibatnya, proses sortir dan pengiriman menjadi lebih lama dari biasanya. Dalam kondisi seperti ini, keterlambatan pengiriman seringkali tidak bisa dihindari, meskipun pihak ekspedisi sudah menambah tenaga dan armada tambahan.

2. Cuaca Buruk

Faktor cuaca juga menjadi salah satu penyebab utama keterlambatan pengiriman. Hujan deras, banjir, tanah longsor, hingga badai bisa mengganggu proses distribusi, terutama di daerah yang sulit dijangkau. Bahkan untuk jalur udara atau laut, kondisi cuaca ekstrem bisa menyebabkan jadwal penerbangan atau kapal tertunda, sehingga mempengaruhi waktu tiba paket.

 

Bagi kamu yang sering kirim barang ke daerah luar kota atau antar pulau, kondisi cuaca adalah faktor eksternal yang sangat berpengaruh terhadap kecepatan pengiriman.

 

Untuk mengetahui keterlambatan karena cuaca buruk, kamu bisa langsung mengunjungi salah satu kanal dari penyedia jasa pengiriman yang kamu pilih. Biasanya mereka akan mengumumkan jika sedang terjadi keterlambatan karena cuaca buruk.

3. Kesalahan Alamat atau Data Pengiriman

Paket yang terlambat sampai bisa juga disebabkan oleh kesalahan dalam penulisan alamat penerima. Misalnya, alamat kurang lengkap, nomor rumah tidak dicantumkan, atau nama jalan yang tertukar. Hal-hal kecil seperti ini bisa membuat kurir kesulitan menemukan lokasi tujuan, atau bahkan membuat paket harus dikembalikan ke gudang untuk dilakukan pengecekan ulang.

 

Selain itu, kesalahan nomor telepon juga bisa menyulitkan kurir saat ingin menghubungi penerima. Maka dari itu, penting bagi pelanggan maupun penjual untuk memastikan data pengiriman diisi dengan benar dan lengkap sebelum paket dikirimkan.

 

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Lion Parcel (@lionparcelid)

4. Overload di Gudang atau Hub Transit

Setiap jasa ekspedisi memiliki sistem transit, di mana paket akan dikumpulkan di gudang atau pusat sortir (hub) sebelum dikirim ke tujuan akhir. Nah, ketika jumlah paket sangat banyak, sistem di hub bisa mengalami overload. Proses sortir menjadi lebih lambat, dan pengiriman pun ikut tertunda.

 

Selain karena volume yang tinggi, overload juga bisa terjadi akibat sistem yang belum sepenuhnya otomatis atau kekurangan tenaga kerja. Apalagi kalau hub tersebut menjadi titik utama untuk wilayah yang luas, beban kerjanya pun semakin berat.

5. Rute Pengiriman yang Tidak Efisien

10 Penyebab Umum Keterlambatan Pengiriman Paket yang Perlu Kamu Tahu

 

Tidak semua wilayah bisa dijangkau dengan cepat, terutama daerah-daerah yang masih terpencil atau sulit diakses. Dalam beberapa kasus, jasa pengiriman harus menunggu hingga rute tertentu “penuh” agar pengiriman lebih efisien. Misalnya, pengiriman ke wilayah pedalaman baru dilakukan setiap 3 hari sekali, bukan setiap hari.

 

Rute yang jauh dan jalur yang sulit ditempuh juga menjadi salah satu faktor yang bisa membuat waktu pengiriman menjadi lebih lama dari estimasi waktu. Oleh karena itu, semakin jauh dan terpencil lokasi tujuan, maka akan semakin besar kemungkinan terjadi keterlambatan. 

6. Masalah Internal dari Perusahaan Ekspedisi

Tidak bisa dipungkiri, keterlambatan pengiriman juga bisa disebabkan oleh masalah internal dari perusahaan ekspedisi itu sendiri. Misalnya, sistem manajemen gudang yang kurang baik, kurangnya koordinasi antar tim, atau kurangnya jumlah kurir di lapangan.

 

Masalah teknis seperti sistem komputer yang error, data yang tidak sinkron, atau pelacakan paket yang tidak akurat juga bisa membuat pengiriman terhambat. Jika hal ini terjadi, biasanya pihak ekspedisi akan memberikan informasi melalui tracking paket atau pengumuman resmi.

7. Masalah Teknis saat Pengiriman

Kadang, hal-hal tidak terduga bisa terjadi saat kurir dalam perjalanan. Misalnya kendaraan mogok, ban bocor, atau terjadi kecelakaan kecil yang membuat pengiriman tertunda. Hal ini mungkin tidak terlalu sering terjadi, tapi tetap menjadi risiko dalam proses pengiriman barang.

 

Selain itu, jika kurir sudah tiba di lokasi namun tidak ada orang yang bisa menerima paket (misalnya rumah kosong), maka kurir bisa saja menjadwalkan ulang pengiriman di hari berikutnya atau kamu bisa menginformasikan untuk menitipkan paket ke tetangga atau ditaruh di halaman rumah dan ini hanya berlaku jika kamu tidak menggunakan fitur cash on delivery.

 

Baca juga: 

8. Penumpukan Paket di Last Mile Delivery

Tahukah kamu kalau tahap terakhir pengiriman, yang disebut “last mile delivery”, justru jadi titik paling krusial dalam proses logistik? Ini adalah tahap ketika paket dikirim dari gudang terakhir ke alamat penerima.

 

Nah, di tahap ini biasanya terjadi banyak kendala, apalagi jika satu kurir harus mengantarkan banyak paket dalam satu hari. Jalanan macet, alamat sulit ditemukan, atau urutan rute yang kurang efisien bisa membuat kurir tidak sempat mengirim semua paket sesuai target.

9. Kebijakan Wilayah Tertentu

Beberapa wilayah memiliki kebijakan khusus yang bisa memperlambat pengiriman. Contohnya, kompleks perumahan yang tidak mengizinkan kendaraan besar masuk, atau wilayah industri yang hanya menerima barang di jam tertentu. Ada juga daerah yang menerapkan pemeriksaan ketat untuk keamanan, sehingga memperlambat proses masuknya barang.

 

Kebijakan lokal seperti ini bisa berdampak pada waktu pengiriman yang lebih panjang, meskipun secara estimasi seharusnya paket bisa lebih cepat sampai.

10. Human Error

10 Penyebab Umum Keterlambatan Pengiriman Paket yang Perlu Kamu Tahu

 

Tidak bisa dimungkiri bahwa kesalahan manusia juga menjadi penyebab keterlambatan yang cukup umum. Salah label, salah sortir, atau kesalahan memasukkan data pengiriman bisa menyebabkan paket nyasar ke kota lain. Meski biasanya bisa segera dilacak dan dikembalikan, tentu akan memakan waktu tambahan.

 

Human error bisa diminimalkan dengan sistem otomatis dan pelatihan yang memadai, namun tetap saja tidak bisa dihilangkan sepenuhnya.

 

Dari berbagai poin di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa keterlambatan pengiriman tidak selalu bisa disalahkan sepenuhnya kepada kurir. Banyak faktor yang berperan, mulai dari cuaca, sistem internal ekspedisi, hingga kendala teknis di lapangan.

Sebagai pelanggan atau pelaku bisnis, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi risiko keterlambatan, seperti:

  • Memastikan data pengiriman benar dan lengkap
  • Menginformasikan estimasi pengiriman yang realistis ke pembeli
  • Memilih jasa pengiriman yang sesuai dengan kebutuhan (misalnya ekspedisi kilat untuk produk urgent)
  • Menjaga komunikasi yang baik dengan pihak ekspedisi saat terjadi kendala
  • Mempercayakan paket kamu ke jasa ekspedisi yang memiliki fitur tracking paket

Nah, berbicara fitur tracking paket, salah satu jasa pengiriman yang memilikinya adalah Lion Parcel. Selain bisa lacak paket secara individual, kamu juga bisa melacak paket untuk banyak resi sekaligus dengan menggunakan dashboard Lion Parcel.

 

Selain tracking paket yang canggih, Lion Parcel juga memiliki pilihan layanan yang banyak yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan kamu. Berikut ini beberapa layanan yang bisa kamu gunakan di Lion Parcel: 

  • REGPACK: Pengiriman reguler ke seluruh Indonesia.
  • JAGOPACK: Pengiriman dengan tarif terjangkau.
  • BOSSPACK: Pengiriman prioritas dengan keuntungan ekstra dan keistimewaan layanan.
  • INTERPACK: Pengiriman ke luar negeri.
  • BIGPACK: Pengiriman paket besar mulai dari 10kg.
  • JUMBOPACK: Pengiriman jumbo mulai dari 30kg.
  • OTOPACK: Pengiriman motor.
  • VIPPACK: Pengiriman sampai di hari yang sama (pengambilan paket di bandara kota tujuan).

#kirimpaket #kurirlionparcel
Mau kirim paket tapi males keluar rumah?
Cobain Pick-up sekarang!
logo-btn.png
Kirim sekarang

Lihat promo spesial!

logo-btn.png
Semua promo