Omnichannel Marketplace: Pengertian, Cara Kerja, dan Rekomendasi Aplikasi di Indonesia

Omnichannel Marketplace: Pengertian, Cara Kerja, dan Rekomendasi Aplikasi di Indonesia

Penulis
Danish Syahputra
Tanggal publish
13 Februari 2026

Bisnis online yang jualan di banyak platform sering menghadapi masalah yang sama: stok tidak sinkron, order tercecer, hingga laporan penjualan yang harus direkap manual. 

 

Di sinilah omnichannel marketplace jadi pendekatan yang makin dicari, karena membantu bisnis mengelola banyak channel penjualan lewat satu sistem terpusat.

 

Artikel ini akan membahas omnichannel adalah apa, bagaimana cara kerjanya, dan kenapa software omnichannel penting untuk integrasi marketplace serta manajemen order marketplace.

Apa Itu Omnichannel?

 

Omnichannel adalah strategi dan sistem yang menghubungkan seluruh channel penjualan (misalnya Shopee, Tokopedia, Lazada, TikTok Shop, website, hingga toko offline) agar berjalan terintegrasi. Artinya, data produk, stok, pesanan, dan laporan bisa dikelola secara konsisten dari satu alur kerja.

 

Perbedaan singkat:

  • Multi-channel: jualan di banyak platform, tetapi pengelolaan terpisah (dashboard berbeda, stok bisa beda).

  • Omnichannel: jualan di banyak platform dengan integrasi marketplace dan operasional yang tersentral.

Dengan kata lain, omnichannel marketplace bukan sekadar menambah channel, tapi membuat semua channel “nyambung” supaya operasional tetap rapi saat bisnis bertumbuh.

Kenapa Omnichannel Marketplace Penting untuk Seller dan Brand?

Semakin banyak channel, semakin besar peluang penjualan. Tapi tanpa sistem yang tepat, kompleksitas operasional juga naik. Beberapa masalah paling umum yang bisa terjadi jika tidak menggunakan aplikasi omnichannel marketplace

1) Stok tidak sinkron antar marketplace

Satu produk laku di channel A, tapi masih “ready” di channel B sehingga berisiko oversell, cancel order, dan rating turun.

2) Manajemen order marketplace jadi berantakan

Order masuk dari banyak platform, format berbeda-beda, SOP gudang jadi tidak konsisten.

3) Upload produk memakan waktu

Apalagi kalau SKU banyak—upload manual satu per satu akan menghabiskan jam kerja tim setiap minggu.

4) Laporan penjualan tidak terpusat

Rekap dari tiap marketplace + Excel = lambat, rawan salah, dan keputusan restock jadi telat.

 

Masalah-masalah ini biasanya menjadi tanda bahwa bisnis kamu butuh software omnichannel.

Manfaat Omnichannel Marketplace untuk Bisnis

1) Operasional lebih hemat waktu

Karena manajemen order marketplace dan stok berada di satu tempat, tim tidak perlu bolak-balik dashboard.

2) Mengurangi oversell dan cancel order

Dengan sinkronisasi stok real-time, bisnis bisa menjaga ketersediaan produk lebih akurat.

3) Proses fulfillment lebih konsisten

Order terpusat membuat alur kerja gudang lebih rapi, mengurangi salah kirim dan human error.

4) Lebih mudah scale ke channel baru

Saat bisnis tambah marketplace atau tambah SKU, sistem tetap bisa mengikuti tanpa bikin tim kewalahan.

5) Keputusan restock dan promo lebih tepat

Karena data penjualan dan stok sudah terkonsolidasi, kamu bisa menentukan kapan restock, kapan bundling, atau kapan clearance.

Jubelio Omnichannel: Rekomendasi Aplikasi Omnichannel Marketplace di Indonesia

 

Jubelio Omnichannel adalah platform yang menggabungkan operasional penjualan online dan offline ke dalam satu dashboard. 

 

Konsepnya: kamu tidak perlu lagi mengelola produk, stok, order, dan proses pengiriman secara terpisah di setiap marketplace. 

 

Dengan sistem terpusat, bisnis bisa menjalankan integrasi marketplace, manajemen order marketplace, dan sinkronisasi stok lebih rapi terutama ketika SKU dan order harian sudah mulai besar.

 

Adapun fitur-fitur yang bisa kamu dapatkan di Jubelio, diantaranya:

  • Integrasi Marketplace: Jubelio bisa hubungkan banyak channel penjualan online dan offline ke satu dashboard
  • Fitur Manajemen Order Marketplace: Semua Pesanan Masuk Satu Tempat sehingga kamu tidak perlu membuka satu persatu marketplace untuk memproses orderan
  • Sinkronisasi Stok otomatis dan real-time untuk mengurangi overselling dan bikin stok lebih akurat
  • Upload roduk cuma sekali untuk tayang di semua toko online pakai fitur Crosslisting
  • Ada fitur WMS (Warehouse Management System) agar proses gudang lebih maksimal
  • Terintegrasi dengan software POS dan sistem pengiriman (delivery)

Kapan Bisnis Perlu Beralih ke Omnichannel Marketplace?

Biasanya kamu sudah perlu omnichannel kalau:

  • Jualan di 2+ marketplace dan mulai sering rekap manual
  • Pernah mengalami oversell / cancel karena stok berbeda antar channel
  • SKU banyak dan update listing mulai menyita waktu
  • Order naik, tapi proses gudang dan CS jadi makin rawan error
  • Mau ekspansi ke channel baru tapi takut operasional makin ruwet

Omnichannel marketplace membantu bisnis tetap rapi saat jualan di banyak platform.

 

Dengan integrasi marketplace yang baik dan manajemen order marketplace yang terpusat, kamu bisa mengurangi kerja manual, meminimalkan oversell, dan mempercepat proses fulfillment tanpa mengorbankan pengalaman pelanggan.

#marketplace #partnership
Mau kirim paket tapi males keluar rumah?
Cobain Pick-up sekarang!
logo-btn.png
Kirim sekarang

Lihat promo spesial!

logo-btn.png
Semua promo