Ongkir Retur Siapa yang Tanggung? Ini Tipsnya Biar Gak Rugi
Meskipun tidak diharapkan, paket dari hasil belanja online kadang datang tidak sesuai harapan, seperti rusak, salah ukuran, atau salah produk. Alhasil, proses retur harus terjadi. Kondisi ini pun membingungkan dan mendatangkan pertanyaan, ongkir retur siapa yang tanggung? Penjual atau pembeli?
Tenang, jangan panik dulu! Dalam transaksi online, hal seperti ini sebenarnya cukup umum. Ya, proses retur merupakan salah satu bagian sistem perlindungan konsumen. Tapi, biaya pengembalian ini nih yang sering membuat pembeli dan penjual bingung, bahkan berdebat.
Nah, supaya kamu tidak salah langkah dan tidak saling merugikan, di artikel ini kami akan bahas soal mekanisme, aturan retur, sampai tips agar prosesnya lebih efisien dan minim kerugian.
Apa Itu Retur Barang dan Kapan Bisa Dilakukan?
Retur barang artinya dalam konteks e-commerce merupakan prosedur pengembalian produk dari pembeli ke penjual. Hal ini bisa terjadi karena sejumlah alasan, misalnya barang yang rusak, salah kirim, atau produk yang tidak sesuai dengan deskripsinya.
Untuk menghindari masalah, prosedur ini biasanya hanya terjadi dalam jangka waktu tertentu setelah barang diterima, sesuai kebijakan platform.
Lalu, kamu tidak boleh asal retur paket, nih. Nah, beberapa kondisi yang memungkinkan retur adalah:
- Barang rusak atau cacat
- Barang tidak sesuai pesanan atau deskripsi
- Kesalahan pengiriman oleh penjual, seperti produk yang beda, tidak lengkap, barang palsu, atau pengemasan yang buruk
Meskipun ada kondisi yang mengizinkan retur paket ini, tapi setiap marketplace punya kebijakan yang berbeda ya, mulai dari batas waktu pengajuan, jenis alasan yang diterima, sampai pihak yang menanggung ongkir pengembalian.
Jadi, kamu harus tahu apa saja kebijakan masing-masing platform, sehingga proses ini dapat berjalan lancar dan tidak mendatangkan masalah lain.
Agar paket lebih aman dalam pengiriman, gunakan asuransi. Baca selengkapnya: Pentingnya Asuransi Pengiriman Barang dan Cara Menggunakannya
Siapa yang Menanggung Ongkir Barang Retur?
Nah, setelah tahu kapan retur bisa dilakukan, sekarang saatnya tahu siapa yang menanggung ongkir pengembalian barang. Sebab, kadang ada ongkir yang ditanggung penjual, kadang dari pembeli.
Nah, ini beberapa kondisinya:
1. Barang Rusak atau Salah Kirim → Ditanggung Penjual
Apabila pembeli menerima produk yang rusak, pecah, atau tidak sesuai dengan deskripsi di toko, maka pihak penjual yang wajib menanggung ongkos kirim pengembalian.
Sebab, kondisi bisa terjadi karena kesalahan saat packing, salah kirim varian, atau produknya tidak lengkap. Dan kamu tentu tahu, ini masalahnya ada pada penjual.
Karena hal ini bisa memengaruhi kepercayaan pembeli, sekarang akhirnya banyak penjual atau seller yang menyediakan kebijakan “retur gratis”. Jadi, pembeli tidak perlu khawatir saat belanja di toko mereka.
2. Pembeli Berubah Pikiran → Tanggungan Pembeli
Kasus seperti ini sering terjadi ketika pembeli merasa produk tidak sesuai ekspektasi, salah pilih ukuran, atau ingin menukar warna. Tidak bisa kita sangkal, hal ini terjadi ketika pembeli yang tidak membaca deskripsi produk dengan jelas.
Jika kondisinya begini, maka, penjual berhak meminta pembeli untuk menanggung ongkos kirim pengembaliannya. Hal ini pun wajar saja, karena kesalahan tidak berasal dari pihak penjual.
Meskipun begitu, beberapa toko online tetap memberi toleransi dengan menanggung sebagian biaya sebagai bentuk layanan tambahan bagi pelanggan setia. Jadi, bisa saja pembeli tidak menanggung full ongkir pengembaliannya.
3. Salah Alamat atau Barang Tidak Diterima → Tergantung Hasil Investigasi
Jika masalahnya begini, maka pihak jasa pengiriman barang atau platform tempat jual beli perlu terlibat untuk melakukan investigasi. Sebab, pihak pembeli dan penjual pasti punya pandangan masing-masing, sehingga titik tengah sulit bertemu.
Nah, apabila hasil investigasi menunjukkan kesalahan berasal dari pihak penjual atau kurir, maka merekalah yang wajib menanggung ongkir retur. Sebaliknya, jika kesalahan ada pada pembeli, seperti salah menulis alamat atau lalai, maka ongkir retur akan dibebankan kepada pembeli.
Ingat ya, ketiga poin di atas juga tergantung dengan kebijakan setiap e-commerce. Selain itu ada istem investigasi tersendiri, jadi pastikan kamu membaca ketentuannya di halaman FAQ atau menghubungi layanan pelanggan.
View this post on Instagram
Kebijakan Retur di Beberapa Marketplace Populer
Seperti yang kamu baca sebelumnya, setiap marketplace punya kebijakan retur sendiri, sehingga kamu wajib memahami dan mematuhinya. Nah, kali ini kita akan membandingkan kebijakan di beberapa marketplace populer, seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, dan Blibli.
|
Platform |
Batas Waktu |
Penanggung Ongkir |
Alasan Diterima |
|---|---|---|---|
|
Shopee |
2–7 hari |
Penjual/Shopee/pembeli |
Rusak, salah kirim, tidak lengkap, palsu |
|
Tokopedia |
2x24 jam setelah barang tiba |
Penjual/asuransi |
Rusak, tidak sesuai |
|
TikTok Shop |
6–30 hari tergantung kategori |
Penjual/platform/logistik |
Rusak, palsu, salah kirim, tidak sesuai ekspektasi |
|
Lazada |
30 hari |
Penjual/Pembeli |
Rusak, salah ukuran, tidak sesuai |
|
Blibli |
15 hari |
Penjual (1x) |
Rusak, tidak sesuai, perubahan pikiran |
Baca Juga:
- 6 Pentingnya dan Risiko Tanpa Bukti Pengiriman Barang
- Cara Menghindari Return Paket di Metode Cash on Delivery, Penjual Wajib Tahu!
- 5 Langkah Mudah Retur Paket Saat Barang Tidak Sesuai Ekspektasi
Tips agar Proses Retur Lebih Efisien & Minim Kerugian
Agar proses retur barang Tokopedia atau di platform lain berjalan lancar, maka kamu perlu melakukan beberapa tips di bawah:
Jika kamu adalah penjual, maka ikutilah beberapa tips ini:
- Periksa kualitas barang sebelum kirim, seperti bebas dari cacat, salah varian, atau kekurangan komponen.
- Buat deskripsi produk yang akurat, seperti detail ukuran, bahan, warna, dan panduan penggunaan agar pembeli paham sejak awal.
- Tetapkan kebijakan retur yang transparan, seperti syarat, batas waktu, dan biaya retur secara jelas di halaman toko.
- Gunakan jasa pengiriman terpercaya yang punya fitur pelacakan dan proses retur paket yang mudah.
- Respon yang cepat terhadap keluhan agar masalah cepat terselesaikan.
- Dokumentasikan pengemasan paket sebagai bukti saat terjadi sengketa.
- Gunakan sistem manajemen retur untuk mempermudah mencatat data retur dan menganalisis penyebab utamanya.
Sedangkan bagi pembeli, kamu perlu melakukan beberapa hal di bawah:
- Simpan video unboxing dan resi pengiriman untuk jadi bukti sah jika barang rusak atau tidak sesuai.
- Pastikan kondisi barang sudah sesuai sebelum kamu klik “Pesanan Diterima”.
- Gunakan jasa pengiriman yang punya fitur pelacakan, sehingga kamu bisa memantau perjalanan paket.
- Apabila ada kerusakan, pastikan kamu mendokumentasikannya dalam foto dan video.
- Berkomunikasi dengan sopan dan baik dengan penjual.
Dengan mengikuti beberapa di atas, maka pihak penjual dan pembeli menghindari drama tidak penting.
Solusi dari Lion Parcel
Berdasarkan semua penjelasan di artikel ini, maka terlihat bahwa ongkir pengembalian paket akan tergantung pada kebijakan platform dan penyebab masalah.
Namun, terlepas dari siapa pun yang bertanggung jawab soal ongkir ini, transparansi dan kecepatan proses retur adalah aspek penting agar pengalaman pembeli tetap maksimal. Dan salah satu pihak yang berperan penting adalah jasa pengiriman, sehingga proses ini berjalan aman.
Nah, di sinilah jasa pengiriman Lion Parcel hadir sebagai solusi logistik yang mendukung sistem pengiriman dan retur secara efisien. Sebab, Lion Parcel menawarkan berbagai fitur yang membantu bisnis online dalam mengelola proses pengiriman, termasuk pengembalian barang.
Melalui fitur tracking paket atau cek resi real-time, kamu bisa memantau perjalanan paket secara langsung dari awal pengiriman hingga sampai tujuan. Selain itu, layanan pickup memungkinkan penjual maupun pembeli mengembalikan barang tanpa perlu repot datang ke agen.
Jadi, setelah tahu siapa yang tangung ongkir retur dan informasi lainnya, sekarang saatnya kamu menjadikan Lion Parcel sebagai jasa pengiriman andalan. Dengan begitu, meskipun harus retur, prosesnya tidak akan ribet!