Cara Mudah Menghitung Pajak Penghasilan Bisnis

Cara Mudah Menghitung Pajak Penghasilan Bisnis

Penulis
Rizki Astuti
Tanggal publish
31 Maret 2026

Menjalankan bisnis bukan hanya meningkatkan penjualan, tetapi memastikan semua kewajiban administrasi terpenuhi, seperti pajak. Kamu harus tahu cara menghitung pajak penghasilan (pph) bisnis agar laporan keuangan akurat dan sesuai aturan.

 

Informasi ini memang wajib ada segmen khususnya, karena masih banyak pemilik usaha yang merasa bingung saat harus menghitung pajak penghasilan usaha mereka. Jika ada kesalahan, maka risiko besar menanti, seperti ketidaktepatan laporan dan potensi denda dari otoritas pajak.

 

Artikel ini akan membahas langkah sederhana menghitung pajak penghasilan usaha, komponen perhitungannya, hingga contoh perhitungannya.

Apa Itu Pajak Penghasilan (PPh) dalam Bisnis?

Cara menghitung pajak penghasilan bisnis pengertian PPh bisnis
Pajak Penghasilan atau PPh dalam bisnis merupakan pajak yang dikenakan atas penghasilan yang kamu dapat dari kegiatan usaha. Pajaknya berlaku untuk pelaku usaha perorangan atau badan usaha seperti CV atau PT yang memperoleh keuntungan dari aktivitas bisnisnya.

 

Secara umum, objek pajak penghasilan bisnis adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang perusahaan terima. Pendapatan tersebut bisa berasal dari penjualan produk, jasa, investasi, atau peningkatan nilai aset usaha. 

 

Kewajiban pajak ini tertera dalam berbagai regulasi perpajakan di Indonesia, termasuk Undang-Undang Pajak Penghasilan yang telah diperbarui melalui UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan

 

Dalam aturannya tertera bahwa setiap badan usaha wajib melaporkan dan membayar pajak sesuai periode yang telah ditentukan.

 

Dengan tahu cara perhitungan pajak bisnis, kamu bisa mengelola kewajiban pajak dengan tepat, menjaga kepatuhan terhadap aturan, dan membuat perencanaan keuangan bisnis lebih terstruktur.

Komponen Perhitungan Pajak Penghasilan Bisnis

Komponen dalam cara menghitung pajak penghasilan bisnis
Beberapa komponen penting dalam perhitungan pajak ini antara lain:

1. Penghasilan Bruto (Omzet)

Penghasilan bruto atau omzet adalah seluruh pendapatan yang bisnis dapatkan dari kegiatan usaha sebelum dikurangi biaya apa pun.

 

Pendapatan ini bisa berasal dari penjualan produk, jasa, bunga, dividen, atau keuntungan dari penjualan aset usaha. Nilai omzet inilah yang jadi titik awal dalam proses perhitungan pajak bisnis.

2. Biaya Operasional yang Diperbolehkan

Biaya operasional adalah semua pengeluaran untuk melakukan kegiatan usaha sehari-hari, misalnya biaya sewa tempat, gaji karyawan, bahan baku, listrik, hingga pemasaran.

 

Biaya-biaya ini dapat dikurangkan dari penghasilan bruto untuk mengetahui laba bersih usaha. Dari laba bersih inilah nantinya perhitungan pajak dilakukan.

3. Koreksi Fiskal

Koreksi fiskal merupakan penyesuaian antara laporan keuangan bisnis dengan aturan perpajakan yang berlaku. Penyesuaian ini berlaku karena tidak semua biaya atau pendapatan dalam laporan keuangan diakui dalam perhitungan pajak.

 

Secara umum, koreksi fiskal terdiri dari dua jenis, yaitu:

  • Koreksi positif: terjadi ketika ada biaya yang tidak diakui oleh pajak sehingga penghasilan kena pajak menjadi lebih besar. 
  • Koreksi negatif: terjadi ketika ada pendapatan yang bukan objek pajak atau sudah dikenakan pajak final.

4. Penghasilan Kena Pajak (PKP)

Merupakan jumlah penghasilan yang menjadi dasar untuk menghitung pajak setelah dikurangi biaya yang diperbolehkan serta dilakukan penyesuaian fiskal. Besarnya PKP akan sangat menentukan jumlah pajak yang harus dibayarkan bisnismu nanti.

5. Tarif Pajak

Tarif pajak adalah persentase yang digunakan untuk menghitung jumlah pajak yang harus dibayar. Secara umum, tarif PPh Badan sebesar 22% dari Penghasilan Kena Pajak. Namun, untuk usaha kecil dengan omzet tertentu, pemerintah memberikan kemudahan berupa PPh Final sebesar 0,5% dari omzet bruto.

 

Baca Juga: 

Cara Menghitung Pajak Penghasilan (PPh) Bisnis

Cara menghitung pajak penghasilan bisnis
Lalu, bagaimana cara menghitung pajak penghasilan dalam bisnis? Nah, ini yang perlu kamu lakukan:

1. Menghitung Penghasilan Bruto

Langkah pertama adalah menentukan total penghasilan bruto = dari seluruh aktivitas usaha selama satu tahun pajak.

2. Mengurangi dengan Biaya Operasional

Setelah mengetahui penghasilan bruto, cara menghitung pajak usaha selanjutnya adalah mengurangi pendapatan tersebut dengan biaya operasional yang berkaitan dengan kegiatan usaha.

3. Menentukan Penghasilan Kena Pajak

Setelah tahu penghasilan bersih, selanjutnya kamu harus menentukan Penghasilan Kena Pajak (PKP). Nilai ini diperoleh setelah ada penyesuaian fiskal sesuai aturan perpajakan. PKP inilah yang nanti jadi dasar untuk menghitung jumlah pajak yang harus dibayar bisnis kamu.

4. Mengalikan dengan Tarif Pajak

Cara menghitung pajak perusahaan PT atau bisnis lain yang terakhir adalah mengalikan Penghasilan Kena Pajak dengan tarif pajak yang berlaku. Untuk perusahaan, tarif PPh Badan umumnya sebesar 22%.

 

Rumus: PPh Terutang = Penghasilan Kena Pajak x Tarif Pajak

 

Hasil perhitungan tersebut menunjukkan jumlah pajak penghasilan yang harus bisnismu bayarkan kepada negara.

Contoh Cara Menghitung Pajak Bisnis Sederhana

Contoh cara menghitung pajak penghasilan bisnis
Jika cara di atas masih belum memberikanmu gambaran yang jelas, sekarang coba lihat contoh-contoh ini:

Contoh Perhitungan PPh Badan

Misalnya sebuah perusahaan A punya data keuangan sebagai berikut dalam satu tahun:

 

Penghasilan bruto: Rp1.500.000.000

 

Total biaya operasional: Rp500.000.000

 

Maka perhitungannya adalah:

1. Menghitung Laba Bersih

Laba bersih diperoleh dari penghasilan bruto dikurangi biaya operasional.

 

Laba Bersih = Penghasilan Bruto – Biaya Operasional

 

= Rp1.500.000.000 – Rp500.000.000

 

= Rp1.000.000.000

2. Menentukan Penghasilan Kena Pajak (PKP)

Jika tidak ada koreksi fiskal tambahan, maka laba bersih dapat menjadi dasar penghasilan kena pajak.

 

PKP = Rp1.000.000.000

3. Menghitung Pajak Penghasilan

Jika perusahaan terkena tarif PPh Badan sebesar 22%, maka perhitungannya adalah:

 

PPh Terutang = PKP x Tarif Pajak

 

= Rp1.000.000.000 x 22%

 

= Rp220.000.000

 

Artinya, perusahaan A harus membayar pajak penghasilan sebesar Rp220 juta dalam satu tahun pajak.

 

Contoh Perhitungan PPh UMKM

Jika usaha termasuk kategori UMKM dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar per tahun, maka pajak dapat dihitung menggunakan tarif PPh Final sebesar 0,5%. Dengan sistem ini, pelaku UMKM tidak perlu menghitung laba bersih karena pajak langsung dihitung dari omzet usaha.

 

Misalnya, UMKM B memiliki omzet sebesar Rp480.000.000 per tahun, maka perhitungannya:

 

PPh Final = Omzet x 0,5%

 

= Rp480.000.000 x 0,5%

 

= Rp2.400.000 per tahun

Tips Mengelola Keuangan Bisnis agar Perhitungan Pajak Lebih Mudah

Cara menghitung pajak penghasilan bisnis - tips
Agar di periode perhitungan pajak kamu tidak kewalahan, mulai sekarang mulailah terapkan beberapa tips pengelolaan keuangan bisnis ini:

  1. Pisahkan rekening pribadi dan bisnis agar transaksi usaha lebih mudah dilacak dan tidak tercampur dengan pengeluaran pribadi.
  2. Rutin mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran sekaligus menyimpan bukti transaksi seperti invoice, nota, atau kwitansi.
  3. Gunakan sistem pembukuan yang sesuai dengan skala bisnis agar laporan keuangan dan perhitungan pajak lebih akurat.
  4. Sisihkan sebagian pendapatan secara berkala untuk dana pajak agar pembayaran pajak tidak mengganggu arus kas bisnis.
  5. Pertimbangkan berkonsultasi dengan konsultan pajak atau akuntan jika transaksi bisnis semakin kompleks.

Optimalkan Bisnis Online dengan Pengiriman Praktis dari Lion Parcel

pengiriman paket di lion parcel murah ongkirnya
Untuk memaksimalkan operasional bisnis, kamu perlu memakai jasa pengiriman andal untuk menangani paket ke konsumen. Daripada bingung memilih, kamu bisa langsung mengandalkan Lion Parcel, nih.

 

Dengan beragam layanan pengiriman Lion Parcel, kamu bisa memilih opsi pengiriman yang sesuai kebutuhan konsumen. 

 

Setelah paket dikirim, kamu bisa memantau progresnya melalui fitur tracking Lion Parcel, sehingga posisi terkini paket langsung ketahuan. Jadi, jika ada masalah, kamu bisa langsung ambil tindakan.

 

Karena itulah, selain tahu cara menghitung pajak, pastikan bisnismu juga tahu bahwa Lion Parcel cocok dijadikan partner pengiriman. Yuk, kirim paketmu dengan Lion Parcel!

#pajak #bayarpajak #laporankeuangan #tipsbisnis
Mau kirim paket tapi males keluar rumah?
Cobain Pick-up sekarang!
logo-btn.png
Kirim sekarang

Lihat promo spesial!

logo-btn.png
Semua promo