Mengenal Rumus Laba Rugi Perusahaan Dagang
Mengelola bisnis tanpa memahami rumus laba rugi ibarat berjalan tanpa peta. Penjualanmu bisa saja tinggi, pesanan terus berdatangan, tetapi laba justru terasa tipis. Yap, situasi ini sering terjadi pada seller yang fokus mengejar omzet, namun belum menghitung struktur biaya secara detail.
Padahal, laporan keuangan sederhana saja sudah cukup membantu kamu melihat posisi bisnis secara objektif. Karena itulah, artikel ini akan membantumu memahami konsep dasar laporan laba rugi perusahaan dagang, komponen penting di dalamnya, hingga contoh perhitungan yang mudah dipahami.
Yuk, simak detailnya!
Mengenal Konsep Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang
Laporan laba rugi perusahaan dagang, merupakan laporan keuangan yang menunjukkan pendapatan dan seluruh biaya dalam periode tertentu, biasanya bulanan atau tahunan. Laporan ini menunjukkan apakah bisnis menghasilkan laba atau justru mengalami kerugian.
Beberapa fungsi utama laporan ini bagi perusahaan dagang adalah:
- Menilai kinerja keuangan selama periode tertentu
- Membantu pengambilan keputusan strategis
- Mengukur efisiensi operasional
- Menjadi dasar perhitungan pajak
- Memberi gambaran transparan bagi investor atau mitra
Komponen Penting dalam Perhitungan Laba Rugi
Dalam setiap laporan laba rugi, ada banyak komponen atau faktor yang perlu kamu masukkan, yaitu:
1. Pendapatan (Revenue/Penjualan)
Pendapatan merupakan total pemasukan dari penjualan barang dagang selama periode tertentu. Nilainya bisa berasal dari penjualan utama atau pendapatan tambahan lain yang masih berkaitan dengan aktivitas usaha.
2. Harga Pokok Penjualan (HPP)
HPP merupakan biaya langsung yang berkaitan dengan barang yang kamu jual. Di dalamnya termasuk biaya pembelian barang, bahan baku, tenaga kerja langsung, serta biaya pengadaan lainnya.
3. Laba Kotor (Gross Profit)
Laba kotor adalah selisih antara pendapatan dan HPP. Angka ini menunjukkan keuntungan dari aktivitas inti sebelum dikurangi biaya operasional bisnis.
4. Beban Operasional
Beban operasional merupakan biaya yang dipakai untuk menjalankan bisnis sehari-hari. Contohnya adalah gaji karyawan, pemasaran, sewa tempat, administrasi, hingga distribusi.
5. Laba Operasional
Laba operasional merupakan keuntungan dari aktivitas utama setelah dikurangi beban operasional, namun belum memperhitungkan pajak dan bunga.
6. Pendapatan dan Beban Non-Operasional
Komponen ini terdiri dari pendapatan bunga, keuntungan atau kerugian penjualan aset, serta beban bunga pinjaman. Bagian ini tidak berkaitan langsung dengan operasional inti.
7. Laba sebelum Pajak
Laba sebelum pajak diperoleh setelah kamu menambahkan atau mengurangi pendapatan dan beban non-operasional dari laba operasional. Angka dari komponen inilah yang menjadi dasar perhitungan pajak.
8. Pajak Penghasilan
Perhitungan pajak datang dari laba sebelum pajak sesuai tarif yang berlaku. Hasil perhitungannya juga akan memengaruhi hasil akhir laba bersih.
9. Laba Bersih (Net Income)
Laba bersih merupakan keuntungan akhir setelah semua biaya dan pajak dikurangi. Angka akhir inilah yang menunjukkan hasil nyata dari seluruh aktivitas bisnis.
Baca Juga:
- Mau Jualan Baju 35 Ribuan? Ini Estimasi Modal Usaha Online & Offline
- Rekomendasi 10 Ide Bisnis Kreatif yang Cuan untuk Gen Z
- Jangan Bingung! Ini Beda Layanan REGPACK & JAGOPACK
Rumus Laba Rugi Perusahaan Dagang
Setidaknya ada enam rumus yang berguna untuk membuat laporan laba rugi perusahaan dagang, yaitu:
1. Rumus Dasar Laba/Rugi
Rumus paling sederhana untuk mengetahui apakah bisnis untung atau rugi.
Laba atau Rugi = Pendapatan – Biaya
Jika hasilnya positif, perusahaan memperoleh laba. Sebaliknya, saat hasilnya negatif, perusahaan mengalami kerugian.
2. Rumus Laba Kotor
Berguna untuk melihat margin dari aktivitas jual beli sebelum memperhitungkan biaya operasional. Laba kotor membantu kamu menilai apakah harga jual sudah cukup menutup biaya pembelian barang dan masih menyisakan margin.
Laba Kotor = Pendapatan – Harga Pokok Penjualan (HPP)
3. Rumus Harga Pokok Penjualan (HPP)
Rumus ini penting bagi perusahaan dagang karena berkaitan langsung dengan persediaan barang. Semakin besar HPP-nya, maka semakin kecil laba kotor yang akan kamu dapatkan.
HPP = Persediaan Awal + Pembelian – Persediaan Akhir
4. Rumus Laba Operasional
Menggambarkan keuntungan dari aktivitas utama setelah dikurangi seluruh beban operasional.
Laba Operasional = Laba Kotor – Beban Operasional
Beban operasional ini termasuk gaji karyawan, biaya pemasaran, sewa tempat, listrik dan administrasi, serta biaya distribusi dan logistik.
Di tahap ini, kamu bisa melihat apakah operasional bisnis sudah efisien atau masih terlalu boros.
5. Rumus Laba Sebelum Pajak
Menunjukkan keuntungan perusahaan sebelum dikurangi pajak.
Laba Sebelum Pajak = Laba Operasional + Pendapatan Lainnya – Beban Lainnya
Pendapatan lainnya bisa berupa bunga bank atau keuntungan penjualan aset.
Beban lainnya bisa berupa bunga pinjaman atau kerugian non-operasional.
6. Rumus Laba Bersih
Laba bersih adalah hasil akhir setelah seluruh biaya dan pajak diperhitungkan.
Rumusnya: Laba Bersih = Laba Sebelum Pajak – Pajak
Atau secara sederhana: Laba Bersih = Total Pendapatan – Total Pengeluaran
Angka inilah yang benar-benar mencerminkan keuntungan bersih perusahaan dalam satu periode.
Contoh Perhitungan Laba Rugi Perusahaan Dagang
Jika teori rumus dan cara membuat laporan laba rugi di atas masih membuat kamu bingung, maka perhatikan contoh soal laba rugi ini:
Data keuangan di Perusahaan Mawar pada Februari adalah:
- Penjualan: Rp150.000.000
- Retur dan potongan penjualan: Rp10.000.000
- Harga Pokok Penjualan (HPP): Rp70.000.000
- Beban operasional (gaji, listrik, dan sewa): Rp20.000.000
- Beban bunga pinjaman: Rp5.000.000
- Tarif pajak (asumsi): 10%
Setelah mengetahui datanya, sekarang kita hitung langkah demi langkah sesuai rumus.
1. Hitung Penjualan Bersih
Rumus: Penjualan Bersih = Penjualan – Retur & Potongan
Perhitungan: Rp150.000.000 – Rp10.000.000 = Rp140.000.000
2. Hitung Laba Kotor
Rumus: Laba Kotor = Penjualan Bersih – HPP
Perhitungan: Rp140.000.000 – Rp70.000.000 = Rp70.000.000
3. Hitung Laba Operasional
Rumus: Laba Operasional = Laba Kotor – Beban Operasional
Perhitungan: Rp70.000.000 – Rp20.000.000 = Rp50.000.000
Angka ini menggambarkan keuntungan dari operasional utama sebelum bunga dan pajak.
4. Hitung Laba sebelum Pajak (PBT)
Rumus:
Laba Sebelum Pajak = Laba Operasional – Beban Bunga
Perhitungan:
Rp50.000.000 – Rp5.000.000 = Rp45.000.000
5. Hitung Laba Bersih
Rumus Pajak: Pajak = Laba Sebelum Pajak x Tarif Pajak
Perhitungan Pajak: Rp45.000.000 x 10% = Rp4.500.000
Rumus Laba Bersih: Laba Bersih = Laba Sebelum Pajak – Pajak
Perhitungan: Rp45.000.000 – Rp4.500.000 = Rp40.500.000
Dari perhitungan ini terlihat jelas alur angka berasal dari mana. Setiap biaya, baik operasional maupun bunga, langsung memengaruhi laba akhir. Struktur seperti ini membantu kamu membaca laporan secara logis, bukan sekadar melihat angka akhir tanpa memahami prosesnya.
Optimalkan Biaya Pengiriman dengan JAGOPACK Lion Parcel
Banyak seller sudah menghitung pendapatan dan HPP dengan detail. Namun dalam praktiknya, biaya pengiriman juga tetap perlu diperhatikan dalam perhitungan laba rugi.
Memang, pada sebagian transaksi ongkir dibebankan kepada pembeli. Tetapi tidak sedikit seller yang memberi subsidi ongkir, mengikuti program gratis ongkir marketplace, dan menyesuaikan harga jual untuk tetap kompetitif.
Dalam kondisi tersebut, biaya distribusi bisa memengaruhi margin keuntungan. Karena itu, kamu sebaiknya memilih jasa logistik perusahaan yang memberikan opsi ongkir terjangkau, tapi tetap berkualitas.
Salah satu opsi yang bisa kamu pertimbangkan adalah layanan JAGOPACK Lion Parcel. Layanan Lion Parcel ini menawarkan ongkir yang lebih ekonomis dengan estimasi pengiriman sekitar 2–7 hari, sehingga cocok untuk pengiriman reguler yang tidak bersifat mendesak.
Jadi, kamu tidak perlu lagi pusing memikirkan ongkir yang dianggap mahal oleh pembeli.
Karena itulah, ketika ingin hasil perhitungan dari rumus laba rugi perusahaanmu memuaskan, jangan lupa untuk memakai JAGOPACK Lion Parcel sebagai solusi pengiriman terjangkau.