8 Makanan Pembawa Keberuntungan di Imlek dan Maknanya

8 Makanan Pembawa Keberuntungan di Imlek dan Maknanya

Penulis
Rizki Astuti
Tanggal publish
31 Januari 2026

Jika sebelumnya pernah bahas terkait warna pakaian yang dipakai di hari Imlek, makanan juga salah satunya yang menarik untuk dibahas. Menariknya, setiap hidangan yang disajikan saat Imlek dipercaya memiliki arti tersendiri dan melambangkan keberuntungan untuk setahun ke depan.

 

Tidak heran jika banyak keluarga Tionghoa sangat memperhatikan menu yang disajikan. Lalu, apa saja makanan pembawa keberuntungan di Imlek dan apa makna di baliknya?

 

Yuk, simak penjelasan lengkapnya.

Kenapa Makanan Imlek Dianggap Membawa Keberuntungan?

Kenapa Makanan Imlek Dianggap Membawa Keberuntungan?

Dalam budaya Tionghoa, makanan bukan sekadar pengisi perut. Bentuk, rasa, hingga cara penyajiannya sering dikaitkan dengan simbol tertentu.

 

Imlek sebagai simbol awal yang baru membuat makanan yang disajikan diharapkan membawa energi positif, mulai dari rezeki lancar, kesehatan, hingga keharmonisan keluarga.

 

Karena itulah, banyak makanan Imlek disajikan dalam kondisi utuh, bercita rasa manis, dan memiliki nama atau bentuk yang bermakna baik.

 

Daftar Makanan Pembawa Keberuntungan di Hari Raya Imlek

 

1. Kue Keranjang (Nian Gao)

 

Kue Keranjang (Nian Gao)

 

Kue keranjang adalah ikon utama Imlek. Teksturnya yang lengket melambangkan hubungan keluarga yang erat dan harmonis.

 

Maknanya berasal dari kata “nian” (tahun) dan “gao” (tinggi), yang berarti harapan agar kehidupan, karier, dan rezeki terus meningkat setiap tahun.

 

2. Jeruk Mandarin

 

Jeruk hampir selalu hadir saat Imlek, baik sebagai hidangan maupun bingkisan.

 

Dalam bahasa Mandarin, sebutan jeruk terdengar mirip dengan kata “emas”, sehingga jeruk dipercaya sebagai simbol kemakmuran dan keberuntungan. Warna oranyenya juga menyerupai emas, melambangkan rezeki yang melimpah.

 

jeruk mandarin tradisi buah pembawa keberuntungan

 

3. Ikan Utuh

 

Ikan biasanya disajikan dalam keadaan utuh dan sering kali tidak dihabiskan.

 

Kata “ikan” dalam bahasa Mandarin terdengar seperti kata “berlebih”. Maknanya adalah harapan agar rezeki selalu cukup dan bahkan berlebih sepanjang tahun. Menyisakan ikan melambangkan keberlanjutan rezeki.

 

4. Mi Panjang Umur

 

Mi ini disajikan panjang dan tidak dipotong. Maknanya adalah doa untuk umur panjang, kesehatan, dan kehidupan yang terus berlanjut. Karena itu, memotong mi saat Imlek sering dianggap kurang baik.

 

5. Pangsit (Jiaozi)

 

Pangsit berbentuk menyerupai batangan emas kuno. Bentuk ini melambangkan kekayaan dan kemakmuran. Semakin banyak pangsit yang dimakan, dipercaya semakin besar peluang rezeki yang datang.

 

6. Ayam Utuh

 

Ayam yang disajikan secara utuh melambangkan keutuhan keluarga. Selain itu, ayam juga dipercaya membawa keberuntungan dan kesuksesan. Hidangan ini sering hadir dalam jamuan keluarga besar saat Imlek.

 

7. Manisan dan Permen Imlek

 

Manisan biasanya disajikan dalam wadah khusus yang berisi berbagai jenis permen dan buah kering. Maknanya adalah kehidupan yang manis, hubungan yang harmonis, dan harapan agar tahun baru dipenuhi kebahagiaan.

 

8. Kacang dan Biji-bijian

 

Kacang tanah, kuaci, dan biji semangka sering menemani perayaan Imlek. Makanan ini melambangkan kesuburan, kelimpahan, dan harapan akan keberlanjutan generasi serta rezeki yang tidak terputus.

 

9. Nanas

 

Di beberapa komunitas Tionghoa, nanas dianggap sangat membawa hoki.

 

Dalam dialek tertentu, nanas memiliki makna “keberuntungan datang”. Karena itu, nanas sering dihadirkan saat Imlek sebagai simbol datangnya rezeki.

 

Pantangan Terkait Makanan Saat Imlek

Selain makanan pembawa keberuntungan, ada pula beberapa hal yang biasanya dihindari saat Imlek, seperti makanan bercita rasa pahit atau terlalu asam, penyajian makanan yang rusak atau tidak utuh dan membuang makanan secara berlebihan.

 

Pantangan ini berkaitan dengan harapan agar hidup di tahun baru berjalan lancar tanpa hambatan.

 

Baca Juga: 

Tradisi Berbagi Makanan dan Hampers Imlek

 

Tradisi Berbagi Makanan dan Hampers Imle

Imlek juga identik dengan tradisi berbagi. Banyak orang mengirimkan hampers Imlek berisi kue keranjang, manisan, jeruk, hingga makanan khas lainnya kepada keluarga, kerabat, dan rekan bisnis.

 

Tradisi ini menjadi simbol perhatian, doa baik, serta cara menjaga hubungan tetap hangat, terutama bagi mereka yang tidak bisa berkumpul secara langsung.

Tips Mengirim Makanan Imlek agar Aman

Agar makanan tetap aman saat dikirim, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan kemasan yang rapat dan kuat
  • Pilih jenis makanan yang tahan pengiriman
  • Perhatikan estimasi waktu kirim, terutama menjelang Imlek

Dengan persiapan yang tepat, hampers Imlek bisa sampai ke tujuan dengan kondisi baik.

Kirim Hampers dan Makanan Imlek dengan Lion Parcel

Di momen Imlek, jarak bukan lagi penghalang untuk berbagi kebahagiaan. Mengirim kue keranjang, hampers, atau makanan khas Imlek kini semakin mudah dengan bantuan jasa pengiriman yang tepat.

 

Lion Parcel hadir sebagai solusi pengiriman paket Imlek yang aman, cepat, dan terjangkau. Dengan jaringan luas dan pilihan layanan yang beragam, Lion Parcel membantu memastikan hampers dan makanan Imlek sampai ke tangan orang tersayang tepat waktu.

 

Rayakan Imlek dengan penuh makna, tidak hanya lewat makanan pembawa keberuntungan, tapi juga lewat perhatian yang dikirimkan dari hati. Gunakan Lion Parcel untuk kirim paket Imlek dan jaga kehangatan silaturahmi di Hari Raya Imlek. Kamu juga bisa lacak resi pengiriman hampers kamu di Lion Parcel, lewat website atau aplikasi. 

 

Pengiriman paket di hari libur bisa mendapatkan promo kirim paket hingga 25% menggunakan aplikasi Lion Parcel. Info selengkapnya di sini.

#kirimpaket #imlek2026 #hampers
Mau kirim paket tapi males keluar rumah?
Cobain Pick-up sekarang!
logo-btn.png
Kirim sekarang

Lihat promo spesial!

logo-btn.png
Semua promo