Jualan Live di TikTok vs Facebook, Mana Lebih Baik?

Jualan Live di TikTok vs Facebook, Mana Lebih Baik?

Penulis
Rizki Astuti
Tanggal publish
29 Desember 2025

Live shopping telah menjelma menjadi tren yang mengubah cara orang berbelanja online. TikTok dan Facebook sama-sama menawarkan fitur live streaming untuk jualan, tapi ternyata ada perbedaan mendasar yang wajib pebisnis pahami antara TikTok vs Facebook.

Apa Itu Live Shopping?

live shopping

 

Sebelum masuk ke perbandingan platform, kamu perlu memahami dulu konsep dasarnya. 

 

Live shopping adalah format jualan via siaran langsung di internet, di mana penjual bisa memamerkan produk sembari mengobrol langsung dengan calon pembeli. Bedanya dengan toko online biasa, interaksi terjadi real-time dan pembeli bisa langsung checkout di layar yang sama.

 

Faktanya, tren ini pertama kali booming di Asia sekitar 2017 dan kini menjadi bagian penting e-commerce global. Sebabnya karena live shopping menawarkan engagement langsung yang secara drastis dapat meningkatkan conversion rate.

 

Pengalaman berbelanja juga menjadi personal dan dinamis daripada sekadar scroll produk di katalog digital.

Apa Itu TikTok Shop?

Apa Itu TikTok Shop?

Nah, sekarang kita bahas platform pertama. TikTok Shop adalah fitur e-commerce yang tertanam di dalam aplikasi TikTok. Artinya, penjual bisa membuka toko, memajang produk, sekaligus live streaming jualan dalam satu aplikasi yang sama.

 

Menariknya, TikTok menggabungkan konten hiburan, algoritma rekomendasi, dan fitur berbelanja dalam satu ekosistem.

Beberapa fitur utama yang ditawarkan antara lain:

  • Live streaming dengan opsi pembelian instan langsung di layar.
  • Produk bisa muncul di FYP (For You Page) meski follower masih sedikit.
  • Checkout dalam aplikasi sehingga pembeli tak perlu keluar dari TikTok.
  • Kerja sama dengan influencer dan affiliate untuk memperluas jangkauan.

Lalu, apa kelebihan dari aplikasi TikTok?

 

Ada tiga keunggulan besar di sini. Pertama, algoritma TikTok super agresif dalam mendorong konten ke audiens yang tepat. Akun baru pun punya kesempatan viral.

 

Kedua, keterlibatan audiens di platform ini tergolong tinggi karena formatnya memang dirancang untuk konsumsi cepat dan aditif. Ketiga, UMKM bisa langsung terjun live, jadi tidak perlu menunggu sampai punya ribuan follower.

 

Kemudahan ini menjadi nilai tambah besar bagi pelaku bisnis pemula yang baru akan mencoba peruntungan di live commerce.

Apa Itu Facebook Shop?

Apa Itu Facebook Shop?

 

Di sisi lain, ada Facebook Shop yang punya pendekatan berbeda. Ini adalah fitur social commerce dari meta yang memungkinkan bisnis untuk memajang produk langsung di halaman Facebook.

 

Hebatnya lagi, etalase digital ini tersinkron otomatis dengan Instagram. Jadi, produk yang kamu unggah akan muncul di dua platform sekaligus.

 

Beberapa fitur yang ditawarkan live shopping di Facebook antara lain:

  • Siaran langsung dengan fitur tag produk yang bisa dibeli sewaktu live atau sesudahnya.
  • Integrasi katalog produk lengkap untuk kelola inventaris.
  • Promosi silang lewat postingan organik dan grup komunitas.
  • Target iklan berbayar dalam jejaring Meta yang presisi.

Apa kelebihan dari aplikasi Facebook? Yang paling menarik perhatian adalah basis pengguna Facebook yang masih besar dan beragam demografinya. Belum lagi integrasi dengan Instagram yang memperluas jangkauan konten sambil menghemat tenaga dari kerja dobel.

 

Tapi keunggulan sesungguhnya ada di komunitas. Facebook sangat disarankan bagi penjual yang sudah punya audiens loyal di platform ini. Pasalnya, hubungan antara brand dan pembeli di Facebook cenderung lebih “established” dibanding platform video pendek.

 

Grup dan halaman bisnis menjadi aset berharga untuk membangun engagement jangka panjang sebelum memulai live.

 

Baca Juga:

Apa Beda TikTok dengan Facebook dalam Live Selling?

Apa Beda TikTok dengan Facebook dalam Live Selling?

 

Setelah berkenalan dengan masing-masing platform, waktunya membedah perbedaan TikTok dan Facebook yang perlu kamu ketahui sebelum memutuskan mana yang cocok untuk bisnismu.

 

Apakah TikTok dan Facebook sama dalam hal live selling? Ternyata tidak. Berikut rinciannya.

1. Fokus Audiens

TikTok menjadi rumah bagi Gen Z dan milenial yang doyan konten visual cepat dan interaktif. Live di sini terasa lebih energik lantaran audiens sudah terbiasa dengan format hiburan yang dinamis.

 

Sementara itu, demografi Facebook lebih beragam. Termasuk generasi lebih tua yang sudah nyaman dengan ekosistem Facebook sejak lama. Makanya, audiens di sini cenderung lebih stabil dan loyal pada brand yang diikuti.

2. Algoritma dan Viralitas

Algoritma TikTok punya reputasi sebagai mesin penemuan konten paling agresif. Video atau live kamu bisa muncul ke ribuan orang dalam hitungan jam meski follower masih puluhan. Dengan kata lain, potensi viral menjadi jauh lebih tinggi.

 

Di sisi lain, Facebook cenderung bertumpu pada jaringan dan komunitas yang sudah terbangun. Konten kamu akan lebih sering muncul ke teman, follower, atau anggota grup. Viralitas spontan memang kurang kencang dibanding TikTok, tetapi reach  ke audiens yang sudah mengenal brand-mu lebih terjamin.

3. Pengalaman Pembelian

Di TikTok Shop, checkout terjadi langsung dalam aplikasi. Pembeli hanya perlu tap produk sewaktu live, mengisi detail, bayar, selesai. Konversinya lebih gampang karena tidak ada gangguan akibat perpindahan platform.

 

Facebook punya fitur tag produk ketika live, tetapi pengalaman belanjanya terkadang kurang mulus. Pembeli tak jarang harus membuka katalog atau halaman terpisah untuk checkout. Jadi, dinamikanya kurang seamless ketimbang TikTok.

4. Pemasaran dan Influencer

TikTok adalah surganya kolaborasi dengan kreator. Format kontennya sangat mendukung influencer marketing. Affiliate dan endorsement menjadi strategi utama di sini.

 

Sebaliknya, Facebook unggul di pemanfaatan komunitas organik dan iklan berbayar dengan targeting detail. Kamu bisa memanfaatkan data demografi, minat, hingga perilaku pengguna guna menjangkau audiens spesifik melalui promosi berbayar.

5. Preferensi Penjual

TikTok cocok untuk kamu yang ingin produk ditemukan audiens baru via live. Platform ini ideal untuk brand yang menarget viral instan atau produk impulsif yang gampang dibeli spontan.

 

Di sisi lain, Facebook lebih pas untuk penjual yang sudah punya basis komunitas kuat atau grup aktif. Hubungan yang sudah terjalin menjadi modal utama untuk mendorong penjualan ketika live.

6. Keamanan Platform

Apakah TikTok lebih aman daripada Facebook? Dari sisi transaksi, keduanya mengimplementasikan sistem keamanan standar industri. TikTok Shop dilengkapi proteksi pembeli dan seller verification. Begitu juga Facebook Shop yang terintegrasi dengan sistem pembayaran Meta.

 

Karena itu, pemilihan platform sebaiknya difokuskan ke strategi bisnis ketimbang persoalan keamanan, sebab keduanya sudah menerapkan enkripsi dan perlindungan data.

 

Tips Memilih Platform Live Shopping yang Tepat

Kalau begitu, platform mana yang sebaiknya kamu pilih? Buat keputusan setelah mempertimbangkan tips -tips berikut:

1. Kenali Target Audiens

Jika Gen Z dan milenial menjadi target utama bisnismu, TikTok Shop jawabannya. Tapi untuk menjangkau demografi lebih luas termasuk generasi yang lebih mature, Facebook Shop lebih masuk akal.

2. Sesuaikan dengan Budget dan Gaya Konten

Siap membuat konten kreatif secara konsisten? TikTok butuh effort lebih di produksi video dan live yang engaging. Facebook lebih fleksibel untuk konten yang sederhana tapi tak kalah efektif.

3. Manfaatkan Komunitas yang Sudah Ada

Punya halaman bisnis atau grup aktif di Facebook? Manfaatkan aset itu. Percuma pindah ke TikTok dari nol padahal audiens loyal kamu sudah siap di Facebook.

4. Koordinasi Logistik dengan Lion Parcel

jasa pengiriman ekspedisi terdekat lion parcel

 

Apa pun platform pilihan kamu, jangan lupakan backend operasional. Diskusikan strategi pengiriman dengan Lion Parcel supaya pesanan cepat sampai ke pelanggan. Pengalaman belanja yang mulus tak melulu karena live yang seru, tetapi juga barang tiba tepat waktu.

 

Jadi, TikTok vs Facebook mana yang menang? Jawabannya tergantung karakter bisnis kamu. 

 

Keduanya sama-sama bisa meledakkan penjualan asalkan strategi konten dan logistik kamu solid. Agar pesanan sampai tepat waktu dan memuaskan pelanggan percayakan pengiriman ke Lion Parcel, jasa pengiriman barang andalan!

 

Jasa pengiriman Lion Parcel juga memiliki metode pembayaran cash on delivery (COD), yang mana membantu seller untuk berjualan dengan mudah. Apalagi bagi mereka yang tidak memiliki kartu ATM untuk pembayaran dan takut akan penipuan online. 

 

Lion Parcel tersedia dua metode pembayaran COD, yaitu:

 

COD Ongkir & Barang Lion Parcel

 

Dengan menggunakan layanan ini, kamu bisa membayar biaya ongkos kirim (ongkir) & harga barang secara tunai langsung saat paket sampai di tujuan. Kamu tidak perlu memikirkan resiko yang akan terjadi karena kamu bisa memastikan paketmu sampai terlebih dahulu sebelum melakukan pembayaran.

 

COD Ongkir Lion Parcel

 

COD (Cash on Delivery) ongkir merupakan layanan pembayaran terbaru dari Lion Parcel. Sekarang, kamu bisa membayar ongkos kirim saja secara tunai lho! Cocok banget nih untuk para seller sehingga ongkir bisa ditanggung pembeli dan terpisah dengan harga barang. Jadi tak ribet hitung ongkir.

 

Selain itu, COD ongkir Lion Parcel bisa dibayar dengan QRIS. COD Ongkir berlaku untuk jenis pengiriman BOSSPACK, REGPACK, JAGOPACK, dan BIGPACK. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

#tiktoshop #tiktoklive #tipsbisnis
Mau kirim paket tapi males keluar rumah?
Cobain Pick-up sekarang!
logo-btn.png
Kirim sekarang

Lihat promo spesial!

logo-btn.png
Semua promo