Melakukan bisnis impor barang kerap menjadi hal yang menantang bagi pemula, karena dianggap lebih susah daripada beberapa tipe bisnis lainnya. Padahal, tidak selalu seperti itu, kok. Kalau kamu tahu dan mengikuti cara-caranya, maka potensi mendapatkan untung melalui bisnis ini pun terbuka lebar.
Nah, untuk kamu yang ingin memulai melakukan bisnis impor barang untuk dijual kembali, wajib paham dulu seperti apa peluang, tantangan, dan cara memulainya. Yuk, gali lebih dalam bagaimana memulai bisnis impor yang menjanjikan ini!
Peluang Bisnis Barang Impor di Masa Kini
Bisnis barang impor tergolong menjanjikan bagi para pemula, karena beberapa alasan berikut ini:
- Variasi produknya sangat banyak, sehingga kamu dapat memilih produk sesuai target pasar
- Kamu bisa memilih produk untuk berbagai segmen pasar, mulai dari kelas bawah, menengah, serta atas
- Lebih mudah mengatur margin keuntungannya, karena harga produk impor tergolong lebih murah
- Perkembangan bisnis barang online lebih mudah berkembang
- Kamu dapat membuat brand sendiri
Tantangan Bisnis Jualan Barang Impor
Untuk memulai suatu bisnis, apalagi bisnis impor, kamu juga wajib memahami apa saja tantangannya, agar bisa melakukan langkah-langkah antisipasi. Berikut adalah sejumlah tantangan dalam berbisnis barang impor:
- Regulasi dan persyaratan dokumen yang cukup banyak, sehingga pebisnis butuh pemahaman mendalam dan waktu untuk belajar.
- Adanya biaya logistik, penanganan, dan pajak, serta biaya lainnya. sehingga modal awal akan lebih banyak.
- Kamu harus bekerja ekstra dalam mengendalikan kualitas produk agar tidak kehilangan konsumen akibat kecewa dengan penurunan kualitas.
- Margin keuntungan bisa saja berkurang akibat fluktuasi mata uang yang berpengaruh besar dalam harga produk.
View this post on Instagram
Cara Memulai Bisnis Barang Impor
Bagaimana, apakah kamu sudah menimbang peluang dan tantangannya? Nah, kalau kamu sudah memutuskan, berikut cara memulai bisnis impor yang perlu kamu praktikan, yaitu:
1. Lakukan Riset Pasar
Pertama, kamu harus melakukan riset pasar lebih dahulu. Dari riset ini, kamu perlu mencari tahu mengenai apa produk yang sedang pasar lokal butuhkan. Hal ini juga berkaitan dengan siapa target pasar yang cocok untuk menjadi konsumenmu.
Cari keterkaitan keduanya agar produkmu dapat diterima pasar. Cari tahu juga tentang survei jasa pengiriman, regulasi, serta pemasaran produkmu nantinya, ya.
2. Tentukan Jenis Produk yang Kamu Impor
Setelah melakukan riset, kamu akan memegang sebuah informasi mengenai beberapa produk potensial. Selanjutnya, pilihlah produk terbaik yang cocok dengan bisnismu.
Untuk memutuskan produknya, kamu bisa mempertimbangkan beberapa poin, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Apakah produknya berkualitas dan punya peminat yang banyak di tanah air?
- Cukupkah modalmu untuk membeli serta bayar jasa pengiriman, pajak, hingga biaya lainnya?
- Apakah kamu telah punya rencana tentang proses memasarkan produk itu nantinya?
Jika semua pertanyaan tersebut terjawab oleh suatu produk, maka kamu bisa jadikan itu sebagai produk impor yang akan dipasarkan nantinya.
3. Temukan Supplier
Meskipun butuh waktu yang lumayan lama, tahapan ini berperan penting demi menemukan produk berkualitas dan harganya sesuai budget kamu. Kamu bisa mencarinya secara online dengan cek situs, iklan, serta review terhadap calon supplier tersebut.
Selanjutnya, kamu dapat menghubungi setiap supplier untuk bertanya mengenai harga, spesifikasi, serta jumlah minimal pemesanan produk yang mereka layani. Kamu juga dapat meminta mereka kirimkan contoh produknya agar bisa kamu nilai langsung.
Setelah itu, pilihlah supplier yang paling sesuai dengan kriteriamu.
4. Pahami Regulasi Impor
Proses impor akan sangat berbeda dengan pembelian produk dalam negeri, mulai dari regulasi, perizinan, pajak, ataupun dokumen penting lainnya. Oleh karena itu, pastikan kamu sudah paham semua aturannya agar nanti tidak ada kendala ketika bisnis mulai berjalan.
Baca juga:
- Kelebihan Mulai Bisnis Online Dengan Strategi Live Sale
- Pahami Cara Menghitung ROI Sebelum Memulai Bisnis
- 6 Tips Bisnis HP Bekas Buat Pemula, Bisa Untung Jutaan!
Selain itu, sebagai importir kamu membutuhkan API (Angka Pengenal Importir) yang pembuatannya dilakukan melalui kantor Dirjen Bea dan Cukai.
5. Bekerja Sama dengan Jasa Pengiriman Tepercaya
Selain memilih jasa ekspedisi untuk membawa produkmu dari negara asal ke tanah air, kamu juga harus mempertimbangkan jasa pengirim yang akan mengantarkan produkmu ke pembeli.
Nah, untuk jasa kirim ke konsumen, kamu bisa mempercayakannya kepada Lion Parcel yang telah berpengalaman dan tepercaya dalam bidang ini. Selain layanannya banyak dengan tarif bersahabat, Lion Parcel juha menyediakan opsi bayar di tempat atau COD.
Layanan COD Lion Parcel ini bisa tingkatkan rasa percaya calon pembeli atas produk impormu, karena mereka bisa menilai produk sebelum melakukan pembayaran. Pilihan COD-nya pun bisa untuk bayar ongkir saja atau COD ongkir sekaligus barang.
Jika kamu sudah tahu peluang, cara, dan tantangan bisnis impor barang ini, maka putuskanlah apakah tetap ingin lanjut atau tidak. Jika iya, jangan lupa gunakan Lion Parcel sebagai partner untuk kirim barangmu ke konsumen, ya!