Memulai sebuah bisnis tidak memerlukan minimal umur, minimal kekayaan, atau batasan lainnya. Bisa dibilang niat adalah modal terpenting dalam memulai bisnis.
Niat juga membutuhkan rencana dan pada akhirnya membutuhkan modal untuk memulai bisnis yang telah direncanakan. Meskipun terkadang, modal juga jadi hambatan terbesar dalam memulai bisnis. Tak jarang, demi bisnis mereka berhutang untuk mendapatkan modal.
Melakukan hutang untuk berbisnis memang lumrah dilakukan. Hutang memang bisa membantu, tapi hutang juga bisa menjadi pisau bermata dua untuk bisnis. Karena jika tidak dimanage dengan baik maka hutang tersebut bisa saja gagal bayar dan yang tadinya hutang itu dilakukan untuk keperluan bisnis bisa jadi tanggungan pribadi.
Tak mau dong hal itu terjadi? Jika begitum kamu perlu belajar manage hutam bisnis agar mendatangkan keuntungan sehingga terhindar dari gagal bayar.
Buat kamu yang ingin tahu cara manage hutang bisnis, yuk cari tau pembahasan lengkapnya di sini.
Apa Saja yang Kamu Harus Pastikan Sebelum Memutuskan Berhutang?
Sebelum mengajukan hutang untuk modal bisnis, ada beberapa hal yang perlu dipastikan agar keputusan ini tidak menjadi bumerang di masa depan. Berikut beberapa pertimbangan yang wajib kamu lakukan:
Pastikan Kebutuhan Modal Benar-Benar Diperlukan
Jangan terburu-buru mengajukan hutang tanpa menghitung kebutuhan modal dengan cermat. Buatlah daftar secara rinci mengenai berapa modal yang dibutuhkan dan untuk apa penggunaannya. Contoh:
✅ Hutang yang baik → Untuk membeli peralatan produksi, menyewa tempat usaha, atau meningkatkan stok barang.
❌ Hutang yang buruk → Untuk kebutuhan pribadi atau pengeluaran yang tidak menghasilkan pendapatan bagi bisnis.
Hitung Kemampuan Bayar dengan Realistis
Sebelum berhutang, pastikan kamu bisa membayarnya kembali. Hitung proyeksi pendapatan bisnismu dan pastikan cicilan hutang tidak melebihi kapasitas keuntungan yang bisa kamu hasilkan.
Rumus sederhana menghitung rasio hutang:
(Total Hutang per Bulan ÷ Pendapatan Bisnis) × 100%
Idealnya, cicilan hutang bisnis tidak melebihi 30-40% dari pendapatan bisnis agar tetap dalam batas aman.
Cek Suku Bunga dan Biaya Tambahan
Setiap pinjaman memiliki bunga dan biaya tambahan yang perlu diperhitungkan. Pastikan kamu memahami:
- Berapa besar bunga yang dikenakan?
- Apakah ada biaya administrasi atau denda keterlambatan?
- Apakah ada penalti jika melunasi lebih cepat?
Semakin rendah bunga dan biaya tambahan, semakin baik untuk kesehatan keuangan bisnismu.
Pahami Jangka Waktu dan Syarat Pengembalian
Jangan hanya fokus pada jumlah pinjaman yang didapat, tapi juga pahami jangka waktu pembayaran dan konsekuensi jika terjadi keterlambatan. Pastikan kamu memilih skema yang sesuai dengan aliran kas bisnis.
Jika bisnis masih dalam tahap awal dan belum stabil, lebih baik memilih pinjaman dengan tenor lebih panjang agar cicilan tidak terlalu besar setiap bulannya.
View this post on Instagram
Opsi Mencari Hutang yang Minim Risiko
Ada berbagai cara mendapatkan modal bisnis melalui hutang, namun tidak semuanya memiliki risiko yang sama. Berikut beberapa opsi yang bisa kamu pertimbangkan:
Kredit Usaha Rakyat (KUR)
KUR adalah pinjaman dari bank dengan bunga rendah yang didukung oleh pemerintah. Ini adalah salah satu opsi terbaik bagi UMKM karena suku bunganya lebih ringan dibanding pinjaman konvensional.
Pinjaman dari Keluarga atau Teman
Jika memungkinkan, meminjam dari keluarga atau teman bisa menjadi pilihan yang lebih fleksibel. Namun, pastikan ada kesepakatan tertulis untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari.
Kredit Tanpa Agunan (KTA) untuk Usaha
Banyak bank menawarkan KTA khusus untuk usaha kecil. Pinjaman ini tidak memerlukan jaminan, tetapi suku bunganya bisa lebih tinggi.
Modal Ventura atau Investor
Jika bisnismu memiliki potensi besar, mencari investor atau modal ventura bisa menjadi opsi yang lebih aman daripada berhutang. Investor biasanya tidak meminta cicilan bulanan, tetapi berbagi keuntungan dari bisnis.
Crowdfunding atau Peer-to-Peer Lending
Metode pendanaan ini semakin populer, di mana kamu bisa mendapatkan modal dari banyak orang melalui platform online. Biasanya, suku bunga lebih rendah dibandingkan pinjaman bank.
Pastikan kamu memilih opsi yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi bisnismu agar tidak mengalami kesulitan dalam pembayaran.
Apa Saja Penyebab Gagal Bayar Hutang Bisnis?
Salah satu ketakutan terbesar saat berhutang adalah gagal membayar, yang bisa menyebabkan masalah keuangan serius.
Berikut beberapa penyebab utama gagal bayar yang harus dihindari:
Tidak Mengelola Arus Kas dengan Baik
Banyak pebisnis menggunakan modal dari hutang tanpa perencanaan keuangan yang matang. Akibatnya, ketika saatnya membayar cicilan, mereka tidak memiliki dana yang cukup.
Hutang Terlalu Besar Dibandingkan Pendapatan
Mengambil hutang dalam jumlah besar tanpa mempertimbangkan kapasitas bisnis untuk membayar adalah kesalahan fatal. Ini bisa menyebabkan bisnis kehabisan uang sebelum mencapai titik balik modal.
Tidak Memonitor Penggunaan Dana
Jika dana pinjaman digunakan secara tidak efisien, misalnya untuk keperluan di luar bisnis, maka bisnis tidak akan berkembang sesuai harapan, sehingga pembayaran hutang menjadi sulit.
Baca juga:
- 5 Strategi Sukses untuk Bisnis Makanan Frozen, dari Kualitas sampai Kemasan!
- 3 Penerapan "Lokasi Strategis" yang Baik dan Benar Untuk Bisnis
- 5 Cara Memanfaatkan Gemini AI Untuk Bisnismu
Salah Memilih Jenis Pinjaman
Menggunakan pinjaman jangka pendek untuk kebutuhan jangka panjang bisa menjadi masalah. Misalnya, meminjam uang dengan tenor 6 bulan untuk membeli mesin produksi yang baru balik modal dalam 2 tahun.
Agar terhindar dari gagal bayar, penting untuk memahami cara terbaik manage hutang bisnis yang benar.
View this post on Instagram
Cara Terbaik Manage Hutang Bisnis
Mengelola hutang dengan baik akan membantu bisnis tetap sehat secara finansial. Berikut beberapa strategi yang bisa kamu terapkan:
1. Gunakan Hutang Sesuai Rencana Awal
Pastikan modal yang dipinjam digunakan sesuai kebutuhan awal, seperti pembelian inventaris, pemasaran, atau ekspansi bisnis. Jangan sampai dana pinjaman terpakai untuk kebutuhan yang tidak relevan.
2. Prioritaskan Pembayaran Hutang
Setiap bulan, alokasikan dana khusus untuk membayar cicilan hutang sebelum menggunakan uang untuk keperluan lain. Jika memungkinkan, lunasi hutang lebih cepat untuk mengurangi beban bunga.
3. Evaluasi Keuangan Secara Rutin
Pantau arus kas bisnis secara berkala untuk memastikan bahwa pendapatan cukup untuk menutup kewajiban hutang. Jika ada tanda-tanda kesulitan keuangan, segera lakukan penyesuaian, seperti mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.
4. Pertimbangkan Refinancing Jika Perlu
Jika suku bunga pinjaman terlalu tinggi, cari opsi refinancing atau negosiasi ulang dengan pemberi pinjaman untuk mendapatkan skema pembayaran yang lebih ringan.
5. Jangan Menambah Hutang Jika Tidak Mendesak
Jangan terbiasa menumpuk hutang tanpa perhitungan matang. Jika modal bisnis yang ada masih cukup untuk operasional, lebih baik fokus pada peningkatan pendapatan sebelum mempertimbangkan hutang baru.
Kesimpulan
Menggunakan hutang sebagai modal bisnis bisa menjadi langkah yang cerdas asalkan dikelola dengan baik.
Sebelum memulai bisnis dengan dana pinjaman, pastikan kamu sudah memahami risiko, menghitung kemampuan bayar, dan memilih opsi pendanaan yang paling sesuai. Dengan strategi yang tepat, hutang bisa menjadi alat yang membantu bisnis berkembang, bukan beban yang menghambat pertumbuhan.
Semoga artikel ini membantumu mengelola keuangan bisnis dengan lebih baik!