Di balik setiap jasa ekspedisi, ada sistem terstruktur yang memastikan proses pengiriman berjalan tertib. Di antara berbagai elemen penting dalam sistem ini, dokumen menjadi salah satu bagian terpenting, dan satu yang punya peran besar adalah Bill of Lading. Lantas, apa itu Bill of Lading, dan apa fungsi persisnya?
Apa Itu Bill of Lading?
Apa yang dimaksud dengan Bill of Lading (B/L)? Mudahnya seperti ini, Bill of Lading adalah dokumen resmi yang dikeluarkan perusahaan pengangkut kepada pihak pengirim. Sederhananya, B/L ibarat nota atau tanda bukti transaksi, namun dengan bobot hukum dan fungsi yang jauh melampaui sekadar catatan biasa.
Karena itulah, Bill of Lading mencantumkan semua informasi krusial seputar pengiriman. Mulai dari barang apa yang dibawa, siapa pengirimnya, siapa yang dituju, hingga ketentuan dalam perjanjian pengiriman.
Bukan semata-mata memenuhi fungsi administratif, BL juga berperan sebagai bukti serah terima barang kepada pihak pengangkut, serta menjadi acuan tanggung jawab bagi seluruh pihak yang terlibat.
Lihat postingan ini di Instagram
Perbedaan Bill of Lading dengan Airway Bill
Di titik ini, mungkin kamu mulai penasaran, “Apa arti Bill of Lading, dan apa bedanya dari dokumen pengiriman lain?”.
Pertama-tama, kegunaan B/L adalah untuk pengiriman barang melalui jalur laut. Sebaliknya, jika kargo dikirim lewat udara, maka dokumen yang berlaku adalah Airway Bill (AWB).
Meski keduanya memuat informasi penting dan berfungsi sebagai kontrak pengangkutan, perbedaan dasarnya ada pada moda transportasinya. Sederhananya, AWB = pengiriman udara, B/L = pengiriman laut.
Tapi, ada satu lagi yang kerap membingungkan: Sea Waybill. Nah, apa perbedaan Bill of Lading dan Sea Waybill? B/L umumnya berperan sebagai dokumen kepemilikan, yang berarti dapat digunakan untuk mengklaim barang tersebut.
Sementara itu, Sea Waybill tidak bisa dipindahtangankan dan tidak dapat digunakan untuk mengalihkan kepemilikan. Artinya, dokumen ini lebih mirip tanda terima pengiriman.
Baca juga: Mengenal Istilah Middle Mile Delivery dalam Dunia Logistik
Fungsi Bill of Lading
Nah, setelah terjawab definisi Bill of Lading dan perbedaannya dengan dokumen pengiriman lain, kini saatnya beralih ke kegunaan Bill of Lading.
Bukti Kepemilikan Barang
Fungsi utama B/L adalah sebagai dokumen yang menegaskan siapa pemilik barang selama proses pengiriman. Artinya, jika kamu memegang B/L, kamu berhak mengklaim barang tersebut begitu sampai di tujuan.
Hal ini amat penting, khususnya ketika barang harus berpindah antar pihak atau negara yang berbeda.
Bukti Perjanjian Pengangkutan
Selain itu, B/L juga berfungsi sebagai kontrak antara shipper (baik individu maupun perusahaan) dan carrier (perusahan pelayaran yang bertanggung jawab atas transportasi). Dokumen ini merinci seluruh syarat dan ketentuan pengiriman, seperti rute, waktu pengiriman, serta kewajiban masing-masing pihak yang terlibat.
Dokumen Penting untuk Klaim Asuransi
Bill of Lading juga berguna saat kamu harus mengajukan klaim asuransi atas barang yang rusak atau hilang selama transit. Jika terjadi hal yang tidak diharapkan, B/L bisa membuktikan barang apa yang sedang dikirim dan siapa yang bertanggung jawab atas pengangkutannya saat itu.
Dengan adanya dokumen ini, proses identifikasi masalah dan penentuan pihak yang bersalah menjadi jauh lebih mudah.
Baca juga: Pentingnya Asuransi Pengiriman Barang dan Cara Menggunakannya
Syarat Pengambilan Barang
Fungsi lainnya yang tak kalah penting dari Bill of Lading adalah sebagai dokumen kunci untuk mengambil barang di pelabuhan tujuan. Tanpa B/L, pihak penerima barang tidak akan bisa mengambil barang tersebut, sebab B/L merupakan bukti sah bahwa barang tersebut memang diperuntukkan bagi mereka.
Informasi yang Tercantum dalam Bill of Lading
Puas mengetahui Bill of Lading untuk apa saja, saatnya mengintip lebih jauh tentang isi Bill of Lading.
Data Pengirim dan Penerima
Di bagian ini, akan tercantum nama, alamat, dan detail kontak baik dari pihak shipper maupun consignee. Misalnya, jika sebuah perusahaan yang berada di Jakarta mengirimkan barang ke pengecer di Surabaya, semua informasi lengkapnya akan terdaftar di sini.
Deskripsi Barang
Pada bagian ini, akan dijelaskan dengan rinci tentang barang yang dikirim. Terdapat informasi mengenai jenis barang, kuantitas, berat, dimensi, dan cara pengemasan. Sebagai contoh, bisa tercatat seperti “500 unit smartphone, 25kg per karton, dalam kotak kardus.”
Rute Pengiriman
Selain itu, B/L juga akan merinci pelabuhan asal dan tujuan pengiriman barang. Nah, jika kamu mengirim barang dari Jakarta ke Singapura, dokumen ini dengan jelas menyebutkan Pelabuhan Tanjuk Priok (Jakarta) sebagai pelabuhan asal dan Pelabuhan Singapura sebagai tujuan akhir.
Baca juga: Detail Rute Jasa Pengiriman Motor dari Lion Parcel
Tanggal Pengiriman
Bagian ini mencakup tanggal pemuatan (hari ketika barang masuk kapal) maupun estimasi tanggal kedatangan. Contonya, “Dimuat pada: 5 Mei 2025” dan “Estimasi kedatangan: 15 Mei 2025”.
Nomor Bill of Lading
Nomor ini memudahkan tracking dan pencatatan perjalanan barang. Ini mirip dengan nomor resi untuk paket, hanya saja penggunaannya dalam skala yang lebih luas. Nomor ini terdiri dari serangkaian angka dan huruf.
Baca juga: Transhipment dalam Dunia Logistik: Pengertian, Manfaat, dan Tantangannya
Jenis-Jenis Bill of Lading
Perlu kamu tahu, tidak semua B/L mengemban peran yang identik. Yuk, simak ringkasan berikut agar kamu bisa lebih mengenal aneka jenis Bill of Lading!
Straight Bill of Lading
Jenis Bill of Lading yang satu ini ditujukan secara khusus kepada penerima tertentu. Artinya, hanya orang atau perusahaan yang tercantum dalam dokumen yang berhak menerima barang kirim. B/L ini tidak bisa dialihkan ke siapa pun, karena bersifat non-transferable.
Order Bill of Lading
Karena sifatnya yang bisa dipindahtangankan, B/L ini umumnya dimanfaatkan dalam transaksi dagang internasional. Pengirim bisa mendosir dokumen ini, sehingga hak kepemilikan barang dapat berpindah meski barangnya sendiri masih dalam perjalanan.
Bearer Bill of Lading
Pada tipe ini, tidak ada nama penerima yang secara spesifik tertulis. Artinya, siapa saja yang memegang dokumen fisiknya bisa mengklaim barang yang dikirim. Meskipun fleksibel, Bearer Bill of Lading juga paling rentan. Sebab, jika dokumen jatuh ke tangan yang salah, orang lain bisa saja mengklaim kiriman tersebut.
Pentingnya Memahami Bill of Lading bagi Pelaku Usaha
Buat kamu yang menjalankan usaha di bidang pengiriman atau logistik, memahami apa itu Bill of Lading bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Sekarang, mari kita bahas alasan kenapa dokumen ini tidak boleh luput dari perhatian.
Menghindari Risiko Kerugian
Begitu kamu benar-benar paham cara kerja B/L, kamu bisa menghindari berbagai masalah seperti salah kirim, delay saat pengambilan, atau yang lebih parah lagi, kasus penipuan.
Menunjang Efisiensi Rantai Pasok
Jika dokumentasi tidak lengkap, pengiriman barang bisa terhambat di bea cukai, atau salah-salah malah hilang di tengah perjalanan.
Oleh karena itu, manajemen dokumen yang efektif menjadi kunci untuk menjaga kelancaran rantai pasok dan memastikan bisnis tetap stabil.
Kirim Paketmu dengan Lion Parcel
Akhirnya kamu sudah paham apa itu Bill of Lading dan peran pentingnya. Kalau begitu, kenapa selanjutnya tidak kirim paket lebih mudah dengan memilih layanan tepercaya seperti Lion Parcel?
Kami siap memberikan support terbaik untuk menangani seluruh dokumen pengiriman, sehingga barangmu bisa sampai tanpa hambatan. Seluruh proses pasti simpel dan kredibel. Jadi, gunakan jasa pengiriman Lion Parcel sekarang juga!
Jasa pengiriman Lion Parcel sekarang punya metode pembayaran cash on delivery (COD).
COD Ongkir & Barang Lion Parcel
Dengan menggunakan layanan ini, kamu bisa membayar biaya ongkos kirim (ongkir) & harga barang secara tunai langsung saat paket sampai di tujuan. Kamu tidak perlu memikirkan resiko yang akan terjadi karena kamu bisa memastikan paketmu sampai terlebih dahulu sebelum melakukan pembayaran.
COD Ongkir Lion Parcel
COD (Cash on Delivery) ongkir merupakan layanan pembayaran terbaru dari Lion Parcel. Sekarang, kamu bisa membayar ongkos kirim saja secara tunai lho! Cocok banget nih untuk para seller sehingga ongkir bisa ditanggung pembeli dan terpisah dengan harga barang.
Selain itu, COD ongkir Lion Parcel bisa dibayar dengan QRIS. COD Ongkir berlaku untuk jenis pengiriman BOSSPACK, REGPACK, JAGOPACK, dan BIGPACK.